BALI, CS – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa kemampuan pemerintah dalam mengerahkan ratusan helikopter, armada pesawat, alat berat, hingga ribuan personel untuk menangani penanggulangan bencana alam berasal dari langkah tegas menutup kebocoran anggaran dan memberantas praktik korupsi.

Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat menyinggung percepatan penanganan serangkaian bencana di berbagai wilayah Indonesia, seperti Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, ketersediaan dana darurat bencana saat ini merupakan buah manis dari penghematan anggaran negara.

“Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang. Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan, dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu,” ujar Prabowo.

Kendati demikian, Kepala Negara menegaskan bahwa capaian saat ini masih belum membuat pemerintah berpuas diri. Ia mendorong jajarannya untuk terus memperketat pengelolaan keuangan negara agar setiap rupiah dialokasikan secara efektif dan tepat sasaran.

Selain fokus pada penghematan anggaran, pemerintah juga terus memitigasi dampak fenomena cuaca El Nino serta potensi ancaman bencana lainnya di berbagai wilayah. Prabowo mengklaim telah meninjau langsung kondisi di lapangan untuk memastikan seluruh elemen bekerja optimal.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung tersebut, kerja sama antara pemerintah daerah, kementerian/lembaga, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Lingkungan Hidup, hingga Kementerian Kehutanan dinilai sudah berjalan sangat solid.

Sinergi lintas sektor yang makin teratur ini membuat berbagai risiko bencana serta ancaman kekeringan di tanah air kini dapat diantisipasi dengan jauh lebih baik.*