PALU, CS – Sebanyak 82 kasus kebakaran terjadi di Kota Palu sepanjang Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, kebakaran lahan menjadi kasus yang paling dominan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu, Hasan, mengatakan tingginya kasus kebakaran lahan tidak terlepas dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan masyarakat.
“Dari banyaknya kasus kebakaran yang terjadi di bulan Agustus 2026 ini, rata-rata itu yakni lahan yang disebabkan oleh adanya ulah oknum yang melakukan pembakaran sampah,” kata Hasan saat dikonfirmasi, Senin (31/8/2026).
Menurut Hasan, kebiasaan membakar sampah di lahan kosong maupun pekarangan dapat memicu api merembet ke area lain, terlebih kondisi cuaca Kota Palu yang saat ini cukup panas.
Karena itu, Pemerintah Kota Palu melalui Damkarmat mengimbau masyarakat menghentikan aktivitas pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi memicu kebakaran.
“Perilaku membakar sampah di lahan kosong atau di lahannya sendiri itu jangan dilakukan, karena bisa mengakibatkan kebakaran yang luas dan akan berdampak pula terhadap lingkungan sekitarnya,” ujarnya.
Hasan juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
“Berdasarkan data untuk bulan Agustus 2026 di Kota Palu telah terjadi kebakaran sebanyak 82 kasus dengan kasus tertinggi yakni kebakaran lahan dan penyebab lainnya yakni disebabkan oleh arus pendek listrik,” tutup Hasan.
Sumber: MAL


