MOROWALI, CS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) menggelar Seminar Akhir Dokumen Rencana Aksi Daerah Pengarusutamaan Gender (RAD PUG) Kabupaten Morowali Tahun 2025-2029.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, di Aula Bappelitbangda, Kompleks Perkantoran Fonuasingko Bungku,Kecamatan Bungku Tengah, Kamis (3/9/2026).
Seminar akhir ini turut dihadiri sejumlah pejabat Eselon II, III dan IV lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali, serta perangkat daerah dan stakeholder terkait.
Dalam sambutannya, Iriane Iliyas menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, tim penyusun, perangkat daerah dan seluruh stakeholder yang telah mengawal proses penyusunan RAD PUG sejak tahap awal hingga seminar akhir.
Menurutnya, dokumen RAD PUG merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mengintegrasikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan potensi perempuan maupun laki-laki ke dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan hingga evaluasi pembangunan.
“Pengarusutamaan gender bukan merupakan tujuan akhir, melainkan strategi utama untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender dalam berbagai aspek pembangunan,” ujar Iriane.
Ia menegaskan, setiap kebijakan, program dan kegiatan pemerintah daerah harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan tidak diskriminatif.
Hal tersebut, kata dia, termasuk dalam memastikan kesetaraan akses terhadap pendidikan, kesehatan, ekonomi, perlindungan sosial serta berbagai sektor pembangunan lainnya bagi perempuan, laki-laki, anak dan kelompok rentan.
Iriane mengatakan, seminar akhir penyusunan RAD PUG menjadi tonggak penting karena dokumen tersebut nantinya diharapkan menjadi kompas sekaligus panduan operasional bagi seluruh perangkat daerah.
Panduan tersebut diperlukan untuk memastikan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah dapat direncanakan, diimplementasikan, dipantau dan dievaluasi secara responsif gender.
Karena itu, Iriane meminta seluruh perangkat daerah mencermati dan menyempurnakan dokumen RAD PUG agar selaras dengan RPJMD serta visi dan misi pembangunan Kabupaten Morowali.
“Rencana aksi ini harus dapat diimplementasikan ke dalam program dan kegiatan yang nyata,” tegasnya.
Selain itu, ia mendorong penguatan koordinasi dan komitmen bersama melalui Tim Kelompok Kerja (Pokja) Pengarusutamaan Gender (PUG).
Menurutnya, sinergi seluruh perangkat daerah dan stakeholder menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara adil dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Seminar Akhir Penyusunan RAD PUG Kabupaten Morowali Tahun 2025–2029 kemudian secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas.
Reporter: Murad


