PALU, CS – Sebanyak 21 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) resmi dilepas untuk membawa nama almamater dan Sulawesi Tengah (Sulteng) di dua ajang tingkat nasional.

Pelepasan kontingen berlangsung di Ruang Rapat Rektor Untad, Kamis (3/9/2026).

Dari jumlah tersebut, 15 mahasiswa akan berlaga pada 13 tangkai lomba dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) di Jember, Jawa Timur.

Sementara enam mahasiswa lainnya, didampingi seorang pelatih, diberangkatkan ke Jakarta untuk mengikuti Invitasi Cabang Olahraga Beladiri Mahasiswa Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Pengurus Besar/Pusat Cabang Olahraga dan BAPOMI DKI Jakarta.

Pelepasan tersebut turut dihadiri Ketua Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Sulteng, drg. Hj. Lutfiah Sahabuddin, M.K.M., serta Ketua Tim Rombongan, Dr. Vita Yanti Fattah, S.E., M.Si.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untad, Dr. Ir. Sagaf, M.P., dalam sambutannya berharap seluruh peserta mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Untad.

Sementara itu, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., meminta para mahasiswa tidak minder, namun juga tidak bersikap tinggi hati saat menghadapi kompetisi nasional.

Menurutnya, kompetisi saat ini tidak hanya berbicara mengenai kemampuan, tetapi juga kualitas, kolaborasi dan karakter.

“Sebagai duta Sulawesi Tengah dan Untad, saya minta selalu jaga nama baik daerah dan almamater. Kita harus santun, disiplin, berintegritas, dan membanggakan,” tutur Prof. Amar.

Ia menekankan bahwa karakter menjadi bagian penting yang harus dibawa setiap mahasiswa ketika tampil di tingkat nasional.

Selain itu, Prof. Amar meminta para peserta tampil tanpa beban dan berani menunjukkan kemampuan serta kreativitas terbaik yang telah dipersiapkan.

“Kuncinya, jangan pernah malu untuk berprestasi. Tampilkan kemampuan terbaik Anda dan tidak usah selalu berpikir harus jadi juara. Kalau kita tampilkan yang terbaik, juara itu sendiri pasti akan mengikuti,” ujarnya.

Khusus kontingen Peksiminas, Rektor meminta mahasiswa memanfaatkan panggung nasional di Jember untuk memperkenalkan kekayaan kearifan lokal Sulawesi Tengah.

Sementara kepada para atlet yang berlaga di Jakarta, ia berpesan agar menjaga ketangguhan, penguasaan teknik, serta keselamatan selama pertandingan.

Prof. Amar juga mengingatkan seluruh kontingen untuk menjaga kekompakan, mengikis ego pribadi dan menjaga kondisi fisik selama mengikuti kompetisi.

Menurutnya, stamina dan kebugaran menjadi bagian penting agar persiapan yang telah dilakukan dapat diwujudkan dalam penampilan terbaik saat bertanding.

Di hadapan para mahasiswa, Rektor Untad juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas.

“Selalu junjung tinggi sportivitas. Hormati peserta lain, juri, dan wasit. Menanglah dengan hormat, dan jika harus kalah, kalahlah dengan bermartabat,” pungkasnya.

Ia berharap para mahasiswa tidak hanya pulang membawa prestasi, tetapi juga pengalaman yang dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Untad lainnya.*