PARIMO, CS – Debit air Bendungan Sausu di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengalami penurunan seiring berlangsungnya musim kemarau. Meski demikian, pasokan air untuk mengairi areal persawahan di Kecamatan Sausu masih dinilai mencukupi.

Camat Sausu, Agus Salim, mengatakan debit air Bendungan Sausu saat ini berada di kisaran 10.000 liter per detik. Angka tersebut turun cukup signifikan dibandingkan kondisi normal yang berkisar 20.000 hingga 25.000 liter per detik.

Kendati mengalami penyusutan, debit tersebut masih jauh di atas kebutuhan pengairan sawah di dua desa yang saat ini mencapai sekitar 1.700 liter per detik.

“Untuk Sausu, alhamdulillah dengan debit 10.000, sementara kebutuhan dari dua desa untuk 574 hektare hanya sekitar 1.700. Jadi masih cukup dan masih aman,” ungkap Agus, Selasa (8/9/2026).

Bendungan Sausu saat ini menjadi sumber pengairan bagi sekitar 574 hektare lahan persawahan yang tersebar di Desa Taliabo dan Desa Sausu Trans.

Agus mengatakan, informasi mengenai penurunan debit tersebut diperoleh setelah pihak kecamatan berkoordinasi dengan petugas pengairan. Dari hasil komunikasi tersebut diketahui debit bendungan telah berada jauh di bawah kondisi normal.

“Memang beberapa hari kemarin saya sudah mendapat informasi bahwa ada penyusutan debit air di Bendungan Sausu. Setelah saya komunikasi dengan teman-teman di pengairan, debit air sekarang kurang lebih 10.000, sementara normalnya 20.000 sampai 25.000 liter per detik,” jelasnya.

Meski kondisi saat ini masih aman, pemerintah kecamatan tetap meminta petani mengantisipasi kemungkinan kemarau berlangsung lebih panjang. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengatur pola tanam berdasarkan ketersediaan air.

Penanaman secara bergilir atau terjadwal dinilai dapat membantu menjaga distribusi air sehingga kebutuhan seluruh lahan pertanian tetap terpenuhi.

Agus juga membuka kemungkinan adanya perubahan komoditas apabila musim kemarau bertahan hingga Desember. Petani dapat mempertimbangkan tanaman palawija yang membutuhkan lebih sedikit air dibandingkan padi.

“Kalau kemaraunya panjang sampai Desember, otomatis mungkin kita beralih ke palawija. Karena untuk padi sudah tidak bisa lagi, padi memang membutuhkan air,” katanya.

Hingga kini, aktivitas pertanian di Kecamatan Sausu masih berjalan normal. Pemerintah kecamatan berharap hujan segera turun agar debit Bendungan Sausu kembali meningkat dan ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga.

“Alhamdulillah sampai saat ini, khusus di Kecamatan Sausu, masih aman. Semoga atas izin Tuhan Yang Maha Kuasa kita mendapat hujan, mendapat berkah hujan,” pungkasnya.

Reporter: Anum