GUIYANG, CS – Tim nasional panjat tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi gemilang pada ajang World Climbing Series (WCS) Guiyang 2026 yang berlangsung di China. Menjalani babak penentuan medali emas nomor mixed relay speed, pasangan Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah sukses berdiri di podium tertinggi.

Kedua atlet tersebut tampil mengesankan dengan mencatatkan waktu gabungan 11,35 detik pada babak puncak. Raharjati yang turun sebagai pemanjat pertama menyelesaikan jalur dalam waktu 4,80 detik, lalu diteruskan oleh Rajiah yang mencetak rekor 6,55 detik. Torehan ini sekaligus menjadi catatan waktu tercepat pada nomor berebut campuran sepanjang kompetisi di Guiyang.

Kemenangan ini terasa makin istimewa lantaran mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Indonesia di nomor mixed relay selama keikutsertaan pada ajang World Climbing Series.

Medali tersebut menjadi tambahan penting bagi Indonesia setelah sebelumnya Antasyafi Robby Al Hilmi meraih emas pada nomor speed perorangan putra.

Robby tampil sebagai yang tercepat pada final speed putra dengan catatan waktu 4,65 detik. Ia mengungguli atlet China Yongzhi Ling yang mencatat 4,75 detik dan Shouhong Chu dengan 4,80 detik. Atlet Jepang Ryo Omasa finis di posisi keempat dengan 4,99 detik.

Bagi Robby, emas di Guiyang merupakan medali emas pertamanya sepanjang keikutsertaan di World Climbing Series. Sebelumnya, ia meraih medali perak pada seri Madrid dan Chamonix.

“Saya senang karena ini emas pertama saya di World Climbing Series. Ini berkat dukungan semuanya dan latihan bersama teman-teman atlet di Indonesia,” kata Robby.

Kesuksesan Indonesia di Guiyang sekaligus menunjukkan kedalaman kekuatan sektor speed. Sebelum berlaga di nomor relay, Raharjati dan Rajiah juga menjadi bagian dari perjuangan Indonesia pada nomor perorangan.

Raharjati sebelumnya terhenti di semifinal nomor speed putra, sedangkan Rajiah juga mencapai semifinal di nomor speed putri. Adi Asih dan Berthdigna Devi Surya terhenti di perempat final.

WCS Guiyang 2026 sendiri menggunakan format empat jalur dalam nomor speed. Empat atlet berlomba secara bersamaan pada jalur yang sejajar, berbeda dari format dua jalur yang lebih umum digunakan dalam kompetisi speed.

Dengan tambahan emas dari mixed relay, Indonesia semakin menegaskan dominasinya di Guiyang sekaligus menambah modal penting menuju agenda-agenda besar panjat tebing internasional berikutnya.*