BANJARMASIN, CS – Proses evakuasi terhadap 114 penumpang KM Virgo Transport 8 yang karam di kawasan perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) akhirnya rampung diselesaikan. Kini, Badan SAR Nasional memfokuskan jangkauan penyisiran ke area permukaan hingga dasar laut demi menemukan 129 penumpang lain yang belum diketahui nasibnya.

Sebanyak 22 korban selamat mendarat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada Selasa (15/9) sekitar pukul 10.00 WITA. Proses pemindahan korban sempat mengalami kendala teknis lantaran KRI Nala tidak dapat memasuki alur Sungai Barito yang tengah surut. 

Petugas kemudian mengalihkan evakuasi menggunakan KAL Kumai serta Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Lanal Banjarmasin. Mayoritas korban tiba dalam kondisi kelelahan parah dan langsung mendapatkan perawatan medis intensif di posko darurat.

Pada hari yang sama, tim SAR udara menerjunkan helikopter Basarnas untuk mengangkut empat jenazah menuju Lanud Syamsudin Noor di Banjarbaru, yang selanjutnya dirujuk ke RS Bhayangkara Banjarmasin. Secara total, 114 korban dari insiden kecelakaan kapal ini telah terevakuasi dengan rincian 108 orang selamat dan 6 orang dinyatakan meninggal dunia.

Tim penyelamat menduga kuat bahwa sebagian dari 129 korban hilang masih terjebak di dalam badan kapal yang terbalik. Memasuki hari ketiga penyisiran, area operasi makin diperlebar dengan mengandalkan integrasi teknologi canggih dan personel terlatih.

“Proses SAR korban KM Virgo Transport 8 dilakukan dengan memperluas wilayah pencarian di permukaan laut serta menerjunkan tim selam Kopaska dan Basarnas,” ujar Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

Ia menambahkan bahwa pencarian bawah air turut mengoptimalkan armada KRI Kanopus yang dilengkapi dengan pemindai multi beam echo sounder, drone underwater, hingga Remote Operated Vehicle (ROV) guna mendeteksi keberadaan bangkai kapal secara akurat.*