TORAJA UTARA, CS – Suasana haru menyelimuti kedatangan jenazah Aris Sanda (41) di Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Jumat (18/9/2026). Pengemudi truk logistik yang gugur akibat serangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di jalur Trans Wamena–Nduga tersebut akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan setelah 13 tahun merantau.

Kerabat dan keluarga besar yang telah menanti langsung menyambut peti jenazah begitu diturunkan dari pesawat Lion Air JT-797. Setelah merampungkan proses serah terima dokumen di area kargo bandara, pihak keluarga menggelar ibadah penguatan singkat sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Kabupaten Toraja Utara.

Perwakilan kerabat korban, Somba Tonapa, mengonfirmasi bahwa jenazah disemayamkan di Lembang Tampang Buwonga, Kecamatan Bangkelekila. Perjalanan dari Makassar menuju rumah duka diperkirakan memakan waktu sekitar 10 jam. Mengenai kepastian tanggal pemakaman, pihak keluarga masih menunggu musyawarah bersama.

Selama belasan tahun di perantauan, almarhum dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam mendistribusikan bahan pokok ke wilayah pedalaman Papua, khususnya daerah Nduga. Somba mengenang almarhum sebagai sosok pekerja keras yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga sekaligus mampu menjalin hubungan sosial yang sangat baik dengan warga lokal.

Kepergian mendadak ini menyisakan duka mendalam sekaligus harapan besar bagi keluarga. Pihak keluarga berharap konflik keamanan di Papua dapat segera berakhir agar para pekerja lapangan dan penyalur logistik dapat menjalankan tugas mereka tanpa bayang-bayang ancaman keselamatan.

“Semoga saudara-saudara kita di Papua itu sadar bahwa jangan lagi terjadi kejadian seperti begini. Karena kita adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Somba.

Ia juga menambahkan harapan agar seluruh pihak dan masyarakat setempat dapat saling membina serta menjaga kondusivitas wilayah, sehingga stabilitas keamanan di Tanah Papua dapat terwujud secara berkelanjutan.*