MOROWALI, CS – Wakil Bupati (Wabup) Morowali, Iriane Iliyas, mendorong perempuan di Kabupaten Morowali untuk memperkuat peran dalam pencegahan kanker serviks, kanker payudara dan HIV/AIDS, terutama melalui edukasi keluarga serta pemeriksaan kesehatan secara dini.
Dorongan tersebut disampaikan Iriane saat membuka Sosialisasi Pencegahan Kanker Serviks, Kanker Payudara dan HIV/AIDS yang digelar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Morowali di Aula Hotel Grand Safanah, Desa Bahoruru, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti Ketua Organisasi Wanita se-Kabupaten Morowali, Ketua TP-PKK Kecamatan, pengurus TP-PKK Kabupaten Morowali serta sejumlah tamu undangan.
Iriane mengatakan, sosialisasi menjadi penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan mudah dipahami mengenai faktor risiko, pencegahan, deteksi dini serta penerapan pola hidup sehat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Morowali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Morowali yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan yang sangat penting ini,” kata Iriane.
Menurutnya, TP-PKK dan para kader memiliki posisi strategis dalam pemberdayaan keluarga. Peran tersebut dapat diwujudkan dengan mendorong perilaku hidup sehat, mendukung anggota keluarga melakukan pemeriksaan kesehatan, serta memberikan dukungan moral bagi keluarga yang membutuhkan.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, saya berharap masyarakat memperoleh informasi yang benar dan mudah dipahami mengenai faktor risiko, langkah pencegahan, pentingnya pemeriksaan atau deteksi dini serta pola hidup sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Morowali, Ny. Darmayanti Iksan, menekankan pentingnya peran perempuan sebagai agen informasi di tengah keluarga dan masyarakat.
Ia mengajak kaum perempuan untuk ikut meluruskan stigma negatif terhadap HIV/AIDS, membangun sikap saling merangkul dan tidak mengucilkan, serta mengedukasi keluarga mengenai langkah-langkah pencegahan.
Darmayanti juga mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan terhadap pasangan dan menjauhi narkoba sebagai bagian dari upaya pencegahan HIV/AIDS.
“Sayangi diri kita sendiri sebelum menyayangi orang lain. Jika ibunya sehat, keluarganya akan kuat, dan kabupaten kita tercinta akan semakin maju,” tuturnya.
Ia meminta seluruh organisasi perempuan yang mengikuti sosialisasi tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi menyerap informasi dari para narasumber untuk kemudian diteruskan hingga ke lingkungan keluarga.
Selain edukasi, Darmayanti mendorong kaum perempuan untuk lebih aktif melakukan deteksi dini terhadap penyakit, khususnya kanker serviks dan kanker payudara.
“Memang benar, mencegah itu jauh lebih baik daripada mengobati,” katanya.
Iriane berharap sosialisasi tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata melalui perubahan perilaku dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat Morowali yang sehat, produktif dan sejahtera,” pungkasnya.
Reporter: Murad


