JAKARTA, CS – Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan pendidikan bagi anak-anak dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang gugur akibat penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlanjutan masa depan serta pendidikan para putra-putri pegawai yang meninggal saat bertugas.
Sebanyak empat anak menerima beasiswa pendidikan langsung dari Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebutkan bahwa setiap anak memperoleh hak bantuan nominal dana sebesar Rp50 juta. Jika ditotal dengan dukungan bagi keluarga korban, akumulasi santunan yang dialokasikan mencapai Rp300 juta.
“Insyaallah kami beri beasiswa sesuai kemampuan kita satu orang Rp 50 juta, totalnya dengan keluarganya Rp 300 juta. Hari ini kita serahkan, langsung kita serahkan, bukan serahkan bertahap,” ujar Mentan Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta.
Dana bantuan tersebut disiapkan sebagai tabungan masa depan guna menunjang kebutuhan studi, mulai dari tingkatan sekolah hingga perguruan tinggi. Pemerintah berharap uluran tangan ini mampu menjaga semangat belajar para anak korban agar tetap dapat merengkuh pendidikan setinggi mungkin.
Tidak hanya bantuan finansial pendidikan, pemerintah juga memfasilitasi jaminan lapangan kerja bagi keluarga korban yang sudah menyelesaikan studi. Tiga anak korban yang telah mengantongi ijazah perguruan tinggi langsung diterima bekerja di Perum Bulog atas komitmen Direktur Utama Bulog Achmad Rizal Ramdhani.
“Ada tiga orang anak yang ditinggalkan yang sudah selesai (pendidikan) kita pekerjakan, diterima kerja di Bulog. Terima kasih, Pak Dirut, yang masih sekolah kita beri beasiswa,” tambah Amran.
Insiden tragis tersebut sebelumnya menimpa tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, yakni Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), serta Wli Mbuik (25). Ketiganya gugur setelah dihadang dan ditembak oleh kelompok bersenjata di Distrik Muliama saat tengah menjalankan tugas lapangan menyalurkan bantuan ternak, mengecek program cetak sawah, dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat setempat.*


