DONGGALA, CS – Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny A. Lamadjido, berharap kunjungan kerja Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Isyana Bagoes Oka, menjadi momentum memperkuat dan memperluas akses pelayanan keluarga berencana (KB) di Sulteng.

Hal itu disampaikan Reny saat mendampingi kunjungan Wamen Ratu Isyana dalam kegiatan Intensifikasi Pelayanan KB di Wilayah Khusus dalam rangka World Contraception Day (WCD), di Pelabuhan Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Senin (28/9/2026).

Menurut Reny, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kerja pemerintah, tetapi menjadi bentuk kehadiran negara dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang berkualitas, merata, dan berkeadilan.

Ia menilai, program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus membangun keluarga yang berkualitas.

“Melalui program KB, kita berupaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menurunkan risiko kematian, serta mencegah stunting,” kata Reny.

Reny mengungkapkan, berdasarkan hasil pemutakhiran pendataan keluarga tahun 2025, capaian Modern Contraceptive Prevalence Rate (MCPR) secara nasional sebesar 60,8 persen. Sementara unmet need tercatat 13,4 persen dan kehamilan berisiko tinggi atau 4T mencapai 31,5 persen.

Di Sulteng, capaian MCPR berada di angka 58 persen dengan unmet need sebesar 15,2 persen. Sedangkan Kabupaten Donggala sebagai salah satu wilayah prioritas mencatat MCPR sebesar 45,93 persen dan unmet need mencapai 21,85 persen.

“Data ini menunjukkan perlunya perluasan akses usia subur terhadap pelayanan KB,” terangnya.

Karena itu, Reny berharap intensifikasi pelayanan KB di wilayah khusus tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, kegiatan tersebut harus dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya KB.

Selain itu, intensifikasi pelayanan diharapkan dapat menurunkan angka unmet need, meningkatkan kesertaan KB modern, serta memperkuat kualitas keluarga di Sulawesi Tengah.

“Mari kita jadikan kunjungan kerja ini sebagai momentum memperkuat pelayanan KB di Kabupaten Donggala dan seluruh wilayah di Sulteng, demi keluarga yang sehat, berkualitas dan sejahtera,” tegas Reny.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Ratu Isyana juga mengunjungi pelayanan KB di Rumah Sakit Kapal dr. Lie Dharmawan Bayan Peduli yang dioperasikan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE).

Kapal tersebut telah bersandar di Pelabuhan Wani sejak 22 September 2026 untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pelayanan KB kepada masyarakat.

Pada kunjungan Wamen, sebanyak 50 akseptor mendapatkan pelayanan KB.

Ratu Isyana juga memberikan sosialisasi kepada sekitar 150 peserta yang terdiri dari lintas sektor, Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader, PKB/PLKB, tenaga medis, serta pasangan usia subur (PUS).

Dalam kesempatan itu, Ratu menekankan pentingnya pencegahan stunting melalui berbagai intervensi, tidak hanya pemenuhan kebutuhan gizi.

“Kalau kita mau mencegah stunting ada dua upaya yang perlu dilakukan. Upaya spesifik terkait dengan gizi dan upaya intervensi sensitif,” kata Ratu.

Ia menjelaskan, intervensi sensitif antara lain mencakup ketersediaan air bersih, sanitasi, jamban, serta edukasi mengenai pemberian gizi yang baik dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ratu juga menekankan pentingnya pengaturan usia dan jarak kehamilan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) kepada dua keluarga berisiko stunting di Desa Labuan Salumbone dan Desa Labuan, Kabupaten Donggala.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Nuryamin, Asisten III Donggala Isngadi, Direktur Bina Pelayanan KB Wilayah Khusus Kemendukbangga/BKKBN Farah Adibah, serta sejumlah pejabat lainnya. *