PALU, CS – Perjalanan karier komika asal Desa Pelawa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Oki Daeng Mabone atau Oki DM menjadi bukti bahwa kreator daerah mampu bersaing di industri hiburan nasional.

Berawal dari panggung-panggung komedi lokal, Oki kini dikenal sebagai salah satu figur industri kreatif yang berhasil menembus tingkat nasional melalui stand-up comedy hingga dunia perfilman.

Nama Oki DM mulai dikenal luas setelah meraih gelar juara pertama Stand Up Comedy Academy (SUCA) 4 Indosiar pada 2018. Prestasi tersebut membuka jalan baginya untuk tampil di berbagai panggung hiburan nasional dan berkolaborasi dengan sejumlah komika ternama Indonesia.

Dalam beberapa waktu terakhir, Oki kembali mencuri perhatian publik setelah tampil sebagai pembuka pertunjukan komika nasional Arie Kriting di Jakarta. Kehadirannya di sejumlah proyek film nasional, termasuk “Mappacci – Malam Pacar” dan “Komang”, semakin mempertegas eksistensinya di industri hiburan Tanah Air.

Pengamat komunikasi dan industri kreatif Universitas Tadulako, Dr. Muhammad Basir, menilai perjalanan Oki DM menunjukkan bahwa talenta dari daerah memiliki peluang yang sama untuk berkembang di tingkat nasional selama mampu menghadirkan karya yang autentik dan relevan dengan kebutuhan pasar.

“Keberhasilan Oki DM merupakan contoh nyata bahwa kreator daerah tidak harus meninggalkan identitas lokalnya untuk diterima secara nasional. Justru kekuatan cerita dan pengalaman yang berasal dari lingkungan tempat ia tumbuh menjadi nilai tambah yang membedakannya dari kreator lain,” ujar Basir, Rabu (2/6/2026).

Menurut dia, perkembangan teknologi digital dalam satu dekade terakhir telah membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif dari daerah untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik nasional.
Oki dikenal memiliki gaya komedi yang mengandalkan storytelling atau bercerita dengan pembawaan santai layaknya percakapan sehari-hari. Karakter tersebut membuat materi yang dibawakannya mudah diterima penonton dari berbagai latar belakang.

Dosen Sosiologi Universitas Tadulako, Dr. Nurdin B., mengatakan keberhasilan figur seperti Oki DM memiliki dampak sosial yang positif bagi daerah asalnya. Kehadiran tokoh yang sukses di tingkat nasional dapat meningkatkan kepercayaan diri generasi muda untuk mengembangkan potensi di bidang nonformal, termasuk industri kreatif.

“Anak-anak muda di daerah sering kali merasa peluang sukses hanya tersedia di kota-kota besar. Figur seperti Oki DM menunjukkan bahwa asal daerah bukanlah penghalang untuk berprestasi. Yang terpenting adalah kemampuan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar,” katanya.

Selain aktif di dunia hiburan, Oki juga memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk membangun interaksi dengan penggemarnya. Melalui akun Instagram dan kanal YouTube pribadinya, ia secara rutin membagikan konten hiburan yang menjangkau penonton dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberhasilan Oki DM dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing daerah. Industri kreatif saat ini menjadi salah satu sektor yang tumbuh pesat karena didukung perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Bagi Sulawesi Tengah, kiprah Oki DM tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menunjukkan bahwa potensi sumber daya manusia lokal mampu berkompetisi di tingkat nasional. Dari sebuah desa di Parigi Moutong, Oki berhasil membuktikan bahwa kreativitas, kerja keras, dan konsistensi dapat membuka jalan menuju panggung hiburan Indonesia.

Perjalanan Oki DM sekaligus menjadi pesan bahwa daerah tidak hanya melahirkan sumber daya alam, tetapi juga sumber daya manusia kreatif yang mampu mengharumkan nama daerah melalui karya dan prestasi di tingkat nasional. *