PALU, CS – Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu diusulkan membuka Program Studi (Prodi) Manajemen Bencana guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tangguh dalam menghadapi ancaman bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Usulan tersebut disampaikan akademisi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr. Setya Haksama, drg., M.Kes., saat melakukan kunjungan akademik ke Fakultas Kedokteran UNISA Palu, Selasa (23/6/2026).
Selain pembukaan prodi, Dr. Setya juga mendorong pembentukan Disaster Risk Reduction Center (DRRC) sebagai pusat kajian dan pengurangan risiko bencana di lingkungan kampus.
Menurutnya, Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang memiliki pengalaman panjang menghadapi berbagai bencana alam, mulai dari gempa bumi, tsunami hingga likuefaksi. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus dalam bidang mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan pascabencana.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menghadapi situasi kedaruratan dan krisis kesehatan akibat bencana,” ujar Setya Haksama.
Gagasan tersebut mengemuka saat diskusi bersama Rektor UNISA Palu, Dr. Muhammad Yasin, S.E., M.P., di ruang kerja rektor. Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UNISA Palu drg. Nita Damayanti, dr. Ali Palanro, dan Zuhriah Ahsan. Sementara rektor didampingi Wakil Rektor III drg. Lutfiah, M.KM., serta Kepala Biro Humas, Kemahasiswaan dan Alumni.
Rektor UNISA Palu, Muhammad Yasin, menilai usulan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan daerah yang berada di kawasan rawan bencana.
“Kehadiran Dr. Setya Haksama di sini menjadi ruang diskusi yang produktif mengenai berbagai isu strategis, khususnya pengembangan pendidikan kesehatan masyarakat serta tantangan manajemen bencana yang relevan dengan kondisi Sulawesi Tengah saat ini,” katanya.
Ia mengatakan, keberadaan Prodi Manajemen Bencana nantinya dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada mahasiswa melalui pembelajaran yang melibatkan para ahli kebencanaan, geologi, dan kegempaan.
Menurut Muhammad Yasin, perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Usulan tersebut disampaikan di sela kegiatan kuliah tamu Blok Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) yang dibawakan Dr. Setya Haksama di Fakultas Kedokteran UNISA Palu. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya fakultas menghadirkan akademisi berpengalaman untuk memperkaya wawasan mahasiswa terhadap isu-isu kesehatan masyarakat dan kebencanaan.
Wakil Dekan II Fakultas Kedokteran UNISA Palu, drg. Nita Damayanti, mengatakan kuliah tamu tersebut memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami tantangan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan kondisi kebencanaan.
“Melalui paparan materi dan diskusi interaktif, mahasiswa memperoleh kesempatan memahami berbagai tantangan kesehatan masyarakat dari perspektif akademisi yang memiliki pengalaman luas di bidangnya,” ujarnya.
Dari pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat bahwa penguatan pendidikan kebencanaan menjadi salah satu langkah strategis dalam menyiapkan SDM kesehatan yang tangguh dan mampu berkontribusi dalam upaya pengurangan risiko bencana di Sulteng.*


