Warning: Undefined variable $args in /home/channels/public_html/wp-content/themes/satuwp/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56

Warning: Undefined variable $args in /home/channels/public_html/wp-content/themes/satuwp/inc/shortcode-bacajuga.php on line 56

NEW JERSEY, CS – Perjalanan panjang Neymar bersama Timnas Brasil berakhir dengan cara yang paling menyakitkan.

Brasil secara mengejutkan tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Norwegia. Gol penalti Neymar pada menit ke-97 hanya memperkecil ketertinggalan, sementara dua gol Erling Haaland membawa tim berjuluk Viking menciptakan salah satu kejutan terbesar turnamen.

Sesaat setelah peluit panjang berbunyi, Neymar tak mampu menahan air mata. Kekalahan itu bukan hanya mengakhiri langkah Brasil, tetapi juga menjadi laga terakhir sang bintang dengan seragam Selecao.

Bintang Besar yang Tak Pernah Menyentuh Puncak

Neymar meninggalkan tim nasional dengan status salah satu pemain terbaik dalam sejarah Brasil. Ia menutup karier internasional sebagai pencetak gol terbanyak Selecao sepanjang masa, tetapi dua gelar yang paling didambakan publik Brasil—Piala Dunia dan Copa America—tak pernah berhasil diraihnya.

Sepanjang kariernya, Neymar hanya mampu mempersembahkan gelar Piala Konfederasi 2013 dan medali emas Olimpiade Rio 2016. Prestasi itu tetap istimewa, namun belum cukup untuk menghapus dahaga Brasil terhadap trofi Piala Dunia.

Bagi banyak penggemar, Neymar adalah wajah terakhir Jogo Bonito. Ia menghadirkan kreativitas, keberanian menggiring bola, dan hiburan di tengah sepak bola modern yang semakin mengutamakan kekuatan fisik dan disiplin taktik.

Namun perjalanan kariernya juga dipenuhi rintangan. Cedera yang berulang pada momen-momen penting, pergantian generasi di tubuh Brasil, hingga ekspektasi luar biasa yang selalu berada di pundaknya membuat mimpi mengangkat trofi terbesar tak pernah menjadi kenyataan.

Malam Terakhir di MetLife Stadium

Laga kontra Norwegia menjadi penutup yang pahit.

Brasil dua kali tertinggal lewat gol Haaland. Neymar, yang sepanjang turnamen lebih banyak memulai laga dari bangku cadangan karena belum sepenuhnya pulih dari cedera, masuk untuk membantu tim mengejar ketertinggalan.

Ia sempat membangkitkan harapan lewat gol penalti di masa injury time. Namun waktu tak lagi berpihak kepada Brasil. Peluit panjang memastikan langkah Selecao terhenti, sementara Norwegia melaju ke perempat final dengan kemenangan bersejarah.

Warisan Seorang Pangeran

Karier internasional Neymar mungkin berakhir tanpa trofi Piala Dunia maupun Copa America. Namun warisannya jauh melampaui jumlah gelar.

Ia menjadi ikon sepak bola Brasil setelah era Ronaldinho, pemain yang menginspirasi jutaan anak untuk kembali mencintai permainan penuh kreativitas dan keberanian. Dribel, trik, hingga gaya bermainnya akan terus dikenang sebagai bagian dari identitas sepak bola Brasil.*