JAKARTA, CS – Pasar mobil bekas di Indonesia tetap menunjukkan aktivitas yang tinggi sepanjang 2026.
Meski mengalami fluktuasi pada pertengahan tahun, permintaan kendaraan bekas sempat meningkat pada awal tahun hingga menjelang Hari Raya Idulfitri, didorong kebutuhan masyarakat akan kendaraan yang lebih terjangkau dan siap digunakan.
Pelaku industri otomotif menilai perlambatan penjualan mobil baru turut mendorong sebagian konsumen beralih ke pasar mobil bekas. Selain menawarkan harga yang lebih rendah, kendaraan bekas juga tersedia dalam berbagai pilihan tipe dan dapat langsung digunakan tanpa harus menunggu proses distribusi seperti pada kendaraan baru.
Momentum mudik Lebaran menjadi salah satu faktor yang mendongkrak transaksi, terutama untuk kendaraan keluarga. Segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) masih menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai mampu mengakomodasi kebutuhan perjalanan jarak jauh maupun penggunaan sehari-hari.
Di pasar mobil bekas, sejumlah model tetap mendominasi pencarian konsumen. Di antaranya Toyota Kijang Innova Reborn, Toyota Avanza, Honda CR-V, dan Honda HR-V yang dikenal memiliki nilai jual kembali tinggi serta jaringan layanan purnajual yang luas.
Sementara itu, untuk konsumen dengan anggaran lebih terbatas, kendaraan segmen Low Cost Green Car (LCGC) seperti Toyota Calya, Daihatsu Sigra, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio Satya masih menjadi pilihan favorit karena menawarkan efisiensi bahan bakar dan biaya perawatan yang relatif rendah.
Selain kendaraan harian, pasar mobil klasik juga tetap memiliki peminat tersendiri. Beberapa model seperti Toyota Corolla DX KE70 dan Mercedes-Benz W124 masih diburu kolektor karena memiliki nilai historis, kelangkaan unit, dan potensi sebagai aset koleksi. Namun, secara volume transaksi, mobil keluarga tetap mendominasi pasar dibandingkan kendaraan klasik.
Pelaku usaha mobil bekas menyebut perputaran stok pada model-model populer berlangsung cukup cepat ketika permintaan meningkat. Namun, sejumlah pelaku pasar juga mencatat adanya perlambatan transaksi pada pertengahan 2026 seiring melemahnya daya beli masyarakat, sehingga tren pasar tidak tumbuh secara konsisten sepanjang tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar mobil bekas tetap menjadi salah satu penopang industri otomotif nasional. Selain menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan dengan biaya lebih rendah, pasar ini juga menjadi indikator perubahan perilaku masyarakat dalam menyesuaikan keputusan pembelian dengan kondisi ekonomi. *


