BANGKOK, CS – Maskapai penerbangan TransNusa terus menancapkan kukunya di pasar penerbangan internasional. Setelah meluncurkan penerbangan perdana rute Jakarta–Bangkok pada Kamis (6/8/2026), TransNusa mengumumkan kesiapannya untuk merambah rute internasional berikutnya.

Maskapai ini dijadwalkan merilis rute baru yang menghubungkan Bali dan Phuket pada 9 September 2026 mendatang. Langkah strategic ini diambil demi memperkuat konektivitas sektor pariwisata antara Indonesia dan Thailand.

Group CEO TransNusa, Datuk Bernard Francis, menyampaikan bahwa daya tarik Phuket sebagai destinasi wisata dunia menjadi dorongan utama di balik pembukaan rute baru ini. Menurutnya, Phuket merupakan salah satu hub yang banyak menarik turis mancanegara dari benua Eropa, Amerika, hingga Kanada. Banyak dari mereka yang kerap melanjutkan liburannya menuju Bali.

“Kami melihat peluang besar untuk menghubungkan dua destinasi favorit di Asia ini secara langsung,” ujar Bernard saat ditemui di Bangkok, Kamis (6/8/2026).

Incar Wisatawan Australia dan Dorong Ekonomi Daerah

Tak hanya memfasilitasi turis mancanegara di Asia dan benua barat, TransNusa juga membidik pangsa pasar dari Australia. Strateginya adalah memboyong penumpang dari kawasan Perth dan Melbourne menuju Bali, yang selanjutnya dapat melanjutkan koneksi penerbangan menuju Phuket.

TransNusa optimistis menjadikan Bali sebagai hub penerbangan baru yang mampu memberikan dampak ekonomi positif, baik untuk operasional bandara setempat maupun pertumbuhan ekonomi daerah di Bali dan kawasan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selain rute internasional, TransNusa juga terus mengoperasikan penerbangan ke sejumlah kepulauan domestik, seperti:

  • Lombok
  • Bima
  • Waingapu
  • Wakatobi

Destinasi-destinasi tersebut dinilai memiliki potensi wisata unggulan—khususnya untuk aktivitas diving dan healing—yang layak dipasarkan tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga mancanegara.

Alasan Memilih Thailand sebagai Hub Utama

Pemilihan Thailand—khususnya wilayah Bangkok dan Phuket—sebagai pusat ekspansi bukan tanpa alasan. Bernard menjelaskan bahwa Thailand merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang menjalin konektivitas penerbangan langsung (direct flight) dari 130 negara. Keunggulan ini membuka gerbang bagi TransNusa untuk terhubung dengan jaringan penerbangan global.

Dari kacamata bisnis, kawasan Asia Tenggara tetap menjadi fokus utama ekspansi rute internasional bagi TransNusa.

Strategi Tingkatkan Frekuensi Terbang dan Menjangkau Seluruh Pasar

Guna memaksimalkan potensi pasar internasional, TransNusa menerapkan strategi peningkatan frekuensi penerbangan. Bernard menekankan bahwa frekuensi yang tinggi dan terjadwal secara baik memungkinkannya menjangkau berbagai segmentasi penumpang, mulai dari:

  1. Pelaku bisnis & perdagangan
  2. Wisatawan / Turis
  3. Pelajar & Mahasiswa

Saat ditanya mengenai kaitan antara frekuensi penerbangan dan pendapatan perusahaan, Bernard menegaskan bahwa keduanya harus berjalan beriringan seiring bertambahnya armada dan rute yang dikembangkan.*