GIANYAR, CS – Persebaya Surabaya resmi menutup kiprahnya di Piala Presiden 2026 dengan status juara. Bajul Ijo menundukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti 6-5 setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu pada partai final.

Laga berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Persebaya lebih dulu memecah kebuntuan melalui Ramadhan Sananta pada menit ke-20. Namun keunggulan itu hanya bertahan empat menit setelah bek Persib, Patricio Matricardi, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, kedua tim silih berganti menciptakan peluang. Persib sempat mendapatkan keuntungan saat Persebaya harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah yang diterima Bruno Moreira pada babak kedua. Meski unggul jumlah pemain, Maung Bandung gagal memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol kemenangan.

Skor 1-1 bertahan hingga 90 menit dan berlanjut ke babak tambahan. Kedua pelatih melakukan berbagai pergantian pemain, termasuk memasukkan kiper khusus menjelang adu penalti, namun tak ada gol tambahan yang tercipta. Pertandingan akhirnya ditentukan melalui babak tos-tosan.

Pada adu penalti, Persebaya tampil lebih tenang. Dari tujuh penendang, hanya kapten Yuran Fernandes yang gagal menjalankan tugasnya. Sementara di kubu Persib, eksekusi Uilliam Barros dan Al Hamra Hehanussa berhasil digagalkan kiper Reza Arya Pratama.

Persebaya pun memastikan kemenangan 6-5 sekaligus mengangkat trofi Piala Presiden 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Keberhasilan ini menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Bernardo Tavares menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027. Selain mempersembahkan trofi pramusim, kemenangan atas rival kuat seperti Persib menunjukkan bahwa Bajul Ijo datang dengan fondasi permainan yang menjanjikan untuk menghadapi musim baru.*