BANGGAI,CS – Pemerintah Kabupaten (Pemkba) Banggai saat ini tengah mempersiapkan lahan seluas 3.540 hektar untuk mendukung pelaksanaan program Pertanian Modern-Advance Agricultural System (PM-AAS).

Program strategis berupa sistem budidaya padi modern yang mengintegrasikan mekanisme penuh, teknologi, dan pertanian presisi yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI, dipastikan berjalan tahun ini.

“Saat ini kami sedang fokus untuk mendukung pelaksanaan program PM-AAS itu,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Hendra Yarno Saadjad, Selasa (11/8/2026).

Dari 24 Kecamatan di Kabupaten Banggai, terdapat 14 kecamatan yang nantinya menjadi titik pelaksanaan. Ke 14 kecamatan itu merupakan sentra produksi padi di daerah.

Namun untuk memastikan pelaksanaannya berjalan sesuai yang ditargetkan, Hendra menyebutkan jika saat ini pihak penyuluh pertanian sedang melakukan pendataan atau CPCL (calon petani dan calon lokasi).

Dijelaskannya, CPCL merupakan proses pendataan, usulan, dan verifikasi data petani beserta lahan pertaniannya yang akan dijadikan sebagai penerima program atau bantuan dari pemerintah, termasuk pelaksanaan program PM-AAS itu.

“CPCL itu sangat penting dilakukan, agar pelaksanaan program bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Setelah melakukan sinkronisasi data dari penyuluh, dari Dinas TPHP Kabupaten Banggai nantinya akan menerbitkan SK CPCL. Sedangkan benih yang digunakan adalah benih insitu. Benih tersebut merupakan benih lokal yang sudah terlisensi oleh kementerian pertanian.

“Benih kita sudah siap. Sedangkan untuk musim tanamnya akan dilakukan diperiode Okmar (Oktober-Maret),” ucapnya.

Untuk metode tanamnya, adalah tanam rapat. Dimana setiap hektar benih disebar sekitar 70-80 kilo gram. Metode ini kata Hendra bisa meningkatkan populasi tanaman dan efisiensi lahan. Nantinya setiap penyuluh membina minimal 20 hektar.

“Nantinya setiap hektar akan diberi perlakuan full paket Saprodi (Sarana produksi) pertanian,” imbuhnya.**

Reporter : Amlin