JAKARTA, CS – Langkah sigap diambil Tentara Nasional Indonesia (TNI) guna mengantisipasi maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Sebanyak 66.510 prajurit disiagakan, di mana 16.740 personel di antaranya telah diterjunkan langsung ke area terdampak sejak Jumat (21/8/2026).

Penyiapan pasukan ini bertujuan untuk mempercepat penanganan dan memadamkan api sebelum merambat ke wilayah yang lebih luas. TNI menegaskan kesiapannya untuk bergerak dinamis menyesuaikan eskalasi situasi di lapangan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai.

Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Pusat Penerangan TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen menjaga keamanan warga dan kelestarian alam.

“Sebanyak 66.510 personel TNI disiagakan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla, sebagai bentuk kesiapan TNI membantu pemerintah dalam menjaga keamanan, keselamatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan,” ujar Agung pada Sabtu (22/8/2026).

Guna mengoptimalkan operasi di lapangan, TNI menjalin kerja sama lintas sektor bersama Polri, pemerintah daerah, BPBD, tim pemadam kebakaran, Manggala Agni, hingga masyarakat setempat. Tugas para prajurit mencakup pemantauan rutin, patroli darat, pemadaman titik api, hingga pendinginan lahan pascabakar.

“Kesiapsiagaan dan pengerahan personel tersebut merupakan wujud komitmen TNI untuk senantiasa hadir membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana karhutla,” tegas Agung.

Melalui kolaborasi terpadu ini, pemerintah berharap dampak buruk terhadap lingkungan dapat ditekan sekecil mungkin dan keselamatan masyarakat di sekitar area rawan kebakaran tetap terjaga.*