PALU, CS – Universitas Tadulako (Untad) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana dengan menyalurkan donasi sebesar Rp50 juta bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan yang dihimpun melalui program Untad Peduli tersebut disalurkan secara resmi melalui Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (20/8/2026).
Penyaluran melalui perguruan tinggi setempat dilakukan untuk mendukung koordinasi dan distribusi bantuan agar dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak bencana.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas dan kegotongroyongan keluarga besar Untad terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Duka masyarakat NTT adalah duka kita bersama. Bantuan donasi ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kegotongroyongan dari seluruh keluarga besar Untad, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa,” ujar Prof. Amar.
Menurutnya, kepedulian terhadap korban bencana merupakan tanggung jawab bersama. Perguruan tinggi tidak hanya memiliki peran dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam merespons persoalan sosial dan kemanusiaan.
Ia mengatakan, bantuan untuk korban gempa NTT menjadi bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang dilakukan Untad. Sebelumnya, Untad juga telah menyalurkan bantuan tanggap darurat dan pemulihan bagi korban bencana di Sumatera serta masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
“Kali ini kami kembali hadir untuk NTT. Kami berharap bantuan ini dapat membantu dan meringankan beban masyarakat serta mendukung proses pemulihan pascabencana,” katanya.
Setelah disalurkan melalui Undana, bantuan tersebut kemudian didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai, meliputi Kecamatan Langke Rembong, Kecamatan Cibal Timur, dan Kecamatan Wae Ri’i.
Untuk wilayah Langke Rembong dan Cibal Timur, distribusi bantuan melibatkan mahasiswa pencinta alam (Mapala) Undana. Sementara di Kecamatan Wae Ri’i, bantuan disalurkan melalui tim KKN Tematik Undana yang terlibat dalam respons tanggap bencana gempa bumi Flores.
Salah satu lokasi penyaluran berada di Desa Wae Mulu. Mahasiswa KKN Tematik Undana yang tergabung dalam Tim Relawan Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores menyerahkan donasi secara simbolis kepada Pemerintah Desa Wae Mulu.
Penyerahan tersebut turut disaksikan Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Welong.
Bantuan selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak dengan memprioritaskan kelompok rentan, seperti bayi dan balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, lanjut usia, serta warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.
Dalam prosesnya, mahasiswa KKN Tematik Undana bersama OMK Stasi Welong melakukan pendataan, pemilahan, hingga distribusi bantuan secara langsung dari rumah ke rumah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Distribusi bantuan juga mendapat dukungan masyarakat setempat yang menyediakan kendaraan untuk membantu pengiriman donasi ke tiga dusun terdampak. Dukungan tersebut membantu mempercepat penyaluran bantuan, termasuk ke wilayah yang sulit dijangkau.*


