JAKARTA, CS – Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus mematangkan langkah strategi guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor keolahragaan. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menegaskan pentingnya penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha swasta demi memaksimalkan potensi besar industri dan wisata olahraga (sport tourism) di Tanah Air.

Pernyataan tersebut disampaikan Erick Thohir saat mengisi forum bisnis infrastruktur dalam gelaran Indonesia Sports Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (11/9).

Ia mengingatkan bahwa rekam jejak pembangunan fasilitas megah di Indonesia, seperti kawasan Gelora Bung Karno, Jembatan Semanggi, hingga Hotel Indonesia, sebenarnya berakar dari momentum besar penyelenggaraan ajang olahraga pada era 1960-an. Oleh sebab itu, alokasi investasi pada sektor ini dipandang sebagai langkah krusial untuk menopang perekonomian bangsa di masa mendatang.

Guna menciptakan iklim investasi yang kondusif, Kemenpora kini menjalin koordinasi lintas kementerian dan lembaga demi menghadirkan mekanisme perizinan kegiatan olahraga yang lebih terpadu, praktis, dan cepat.

“Kami menyederhanakan perizinan menjadi satu pintu di bawah payung hukum yang jelas, sehingga ketika proses persetujuan berlangsung lama, pemerintah bisa segera berintervensi agar izin investasi dapat terbit,” ujar Erick Thohir.

Selain langkah pembenahan regulasi, Erick Thohir memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pemerintah daerah dan pihak swasta yang aktif membangun infrastruktur olahraga di wilayah masing-masing, salah satunya melalui pengembangan fasilitas pusat pelatihan sepak bola modern di Bali.

“Tidak ada pertumbuhan ekonomi dan investasi olahraga tanpa kerja sama pemerintah pusat, sektor swasta, dan masyarakat. Ini menjadi sebuah langkah bagus, pembukaan lapangan pekerjaan baru, dan pertumbuhan ekonomi baru,” tutur Erick Thohir.