LONDON, CS – Anies Baswedan menerima penghargaan The Freedom of the City of London dalam sebuah prosesi di Guildhall, London, Inggris. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi penerimanya terhadap kehidupan publik.
Informasi penerimaan penghargaan itu disampaikan Anies melalui akun Facebook pribadinya, Sabtu (17/10/2026). Ia menyebut prosesi berlangsung khidmat dengan mengikuti tradisi yang telah dijalankan selama ratusan tahun.
Anies menjelaskan, rangkaian upacara mencakup pembacaan deklarasi, penandatanganan buku besar, dan jabat tangan. Seluruh prosesi dilaksanakan tanpa pengambilan gambar hingga rangkaian acara selesai.
Menurut Anies, tradisi Freedom of the City of London tercatat sejak 1237. Pada awalnya, penghargaan tersebut berkaitan dengan status warga merdeka yang memiliki hak untuk berdagang di London. Seiring waktu, penghargaan itu diberikan kepada individu yang dinilai berkontribusi bagi kehidupan publik.
Dalam unggahannya, Anies menyebut nominasi penghargaan tersebut datang dari Lord Mayor of London Alastair King dan Alderman Gregory Jones. Prosesi dipimpin oleh The City Remembrancer selaku kepala protokol, dengan didampingi Alderman Vincent Keaveny, yang pernah menjabat Lord Mayor London periode 2021–2022.
Anies mengatakan, penghargaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan dirinya secara pribadi, tetapi juga menjadi pengakuan terhadap kerja bersama yang pernah dilakukan, terutama ketika ia mendapat amanah memimpin Jakarta.
Karena itu, ia mendedikasikan penghargaan tersebut kepada semua pihak yang terlibat dalam kerja-kerja tersebut.
Dalam sambutannya, Anies berharap penghargaan itu dapat menjadi pintu untuk memperluas pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara Indonesia dan London.
Ia berharap semakin banyak wali kota, insinyur, guru, dan generasi muda Indonesia mendapat kesempatan belajar di London. Sebaliknya, ia juga berharap London dapat mempelajari berbagai pengalaman pembangunan dari kota-kota di Indonesia.
Anies menutup sambutannya dengan satu kata dalam bahasa Indonesia yang menurutnya bermakna freedom atau kebebasan dalam bahasa Inggris.
Unggahan tersebut menyoroti harapan agar penghargaan itu tidak berhenti sebagai simbol pencapaian, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Inggris. *


