MOROWALI, CS – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Morowali melalui Bidang Persandian menggelar kegiatan Road to School literasi keamanan digital di SMKN 1 Bungku Tengah, Senin (19/10/2026).

Kegiatan bertema “Internet Sehat untuk Siswa Hebat: Cerdas di Dunia Nyata, Aman di Dunia Maya” tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa agar memanfaatkan internet secara sehat, aman, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Persandian DKISP Morowali, Taufik Akbar, ST, bersama sejumlah staf DKISP, Kepala SMKN 1 Bungku Tengah, Hj. Anilawa, S.Pd., M.Pd.I, jajaran guru, serta para siswa.

Dalam pemaparannya, Taufik Akbar menjelaskan bahwa pelajar SMA dan SMK merupakan kelompok pengguna internet yang aktif, baik untuk mendukung pembelajaran, berinteraksi di media sosial, maupun mencari informasi dan peluang kerja.

Namun, tingginya aktivitas di ruang digital juga membawa risiko, mulai dari penipuan daring, phishing, peretasan akun, penyebaran hoaks, perundungan siber, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Karena itu, menurutnya, literasi keamanan digital menjadi bekal penting bagi siswa untuk mengenali dan menghindari berbagai ancaman di dunia maya.

Materi yang diberikan meliputi perlindungan data pribadi dan kata sandi, kewaspadaan terhadap tautan serta pesan mencurigakan, verifikasi informasi sebelum dibagikan, etika bermedia sosial, hingga pentingnya menjaga jejak digital.

Para siswa juga diingatkan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor, tidak membagikan PIN maupun kode OTP kepada orang lain, mengatur privasi akun, serta membatasi informasi pribadi yang ditampilkan di ruang publik digital.

Selain keamanan, Taufik menekankan pentingnya membangun perilaku digital yang bijak dan seimbang. Siswa diajak menghormati orang lain di media sosial, menghindari ujaran kebencian dan perundungan siber, serta mempertimbangkan dampak setiap unggahan terhadap reputasi diri di masa depan.

Menurutnya, jejak digital dapat menjadi salah satu hal yang diperhatikan ketika seseorang melanjutkan pendidikan atau melamar pekerjaan. Oleh sebab itu, penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan tanggung jawab dan kemampuan mengendalikan diri.

Ia juga mendorong siswa mengatur waktu penggunaan gawai agar tidak mengganggu kegiatan belajar, kesehatan, maupun interaksi sosial.

Prinsip “Pikir dulu, verifikasi, baru bagikan” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Prinsip ini diharapkan dapat diterapkan siswa untuk mencegah penyebaran informasi keliru sekaligus membangun kebiasaan bermedia digital yang kritis.

Melalui kegiatan Road to School ini, Taufik berharap para siswa mampu menerapkan kebiasaan berinternet yang aman, cerdas, dan produktif, serta menjadi teladan dalam menyebarkan informasi positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Siswa juga diimbau segera melapor kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang apabila mengalami penipuan daring, peretasan akun, maupun perundungan siber.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperdalam pemahaman mengenai keamanan digital. Panitia turut memberikan hadiah kepada peserta yang mampu mengisi kuesioner dengan benar dan paling cepat.

Melalui edukasi ini, DKISP Morowali mendorong penguatan literasi digital generasi muda agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkomunikasi, dan berkarya tanpa mengabaikan aspek keamanan serta tanggung jawab di ruang digital.

Reporter: Murad