POSO, CS – Manajemen PT Armajaro, perusahaan pengelolaan kakao yang beroperasi di Kabupaten Poso, mengambil langkah tegas dengan memutus hubungan kerja terhadap empat karyawannya yang terbukti positif menggunakan narkotika.

Kebijakan ini diambil menyusul hasil tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Poso beberapa waktu lalu, sebagai bagian dari kerja sama antara BNNK dan manajemen perusahaan dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Manager PT Armajaro, Hasan Basry, menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah memberantas narkoba, khususnya di lingkungan kerja.

“Padahal saya sudah memperingatkan mereka agar tidak terjerumus dengan barang haram tersebut,” ujar Hasan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (30/04/2025).

Hasan menegaskan bahwa perusahaan tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang berkaitan dengan narkotika yang sangat merusak produktivitas dan moral kerja.

“Kami berkomitmen menjaga integritas dan keselamatan lingkungan kerja. Tindakan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung program pemerintah memerangi narkoba,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihak perusahaan menyatakan akan terus menjalin kerja sama dengan instansi terkait untuk memperkuat pengawasan internal serta menggelar sosialisasi berkelanjutan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba kepada seluruh karyawan.

Langkah preventif ini diharapkan dapat menciptakan suasana kerja yang aman, sehat, dan produktif demi mendukung kelangsungan operasional perusahaan secara berkelanjutan.


Reporter : Ishaq