PALU, CS – Rektor Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof. Dr. Ir. Amar, secara resmi melantik dan mengukuhkan Prof. Dr. Rosmala Nur sebagai Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) periode 2025–2027. Pelantikan berlangsung di Conference Room Lantai II Media Center Untad, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Palu, Jumat (4/7/2025).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Rektor Untad Nomor: 5188/UN28/KP.00/2025, yang sekaligus memberhentikan Prof. Dr. Nurdin dari jabatan Dekan FKM periode 2021–2025. Dalam kesempatan yang sama, turut dilantik Dr. Sayekti Handayani sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan), menggantikan Prof. Marsetyo.

Dalam sambutannya, Prof. Amar menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan hal wajar dalam organisasi, namun harus diiringi dengan semangat sinergi dan kolaborasi untuk mendorong kemajuan institusi, khususnya dalam meningkatkan akreditasi program studi dan kualitas lulusan.

“Dengan kepemimpinan baru, kami berharap terjadi peningkatan akreditasi institusi yang berdampak langsung pada mahasiswa sebagai stakeholder utama, terutama dalam hal daya saing dan peluang kerja,” ujar Amar.

Prof. Rosmala Nur, usai dilantik, memaparkan visi dan program 100 hari kerja pertamanya sebagai dekan.

Ia mengusung tagline kepemimpinan “Go Healthy, Green Environment” yang fokus pada transformasi digital, lingkungan hijau, dan gaya hidup sehat.

“Dalam 100 hari pertama, saya ingin mewujudkan FKM yang hijau, bersih, sehat secara fisik, mental dan sosial. Seluruh model pembelajaran akan berbasis teknologi informasi,” ungkap Rosmala.

Sebagai langkah awal, ia menyatakan akan memasang CCTV di seluruh ruang kelas untuk memantau kehadiran dosen dan pegawai, serta memperkuat sistem layanan akademik berbasis digital, termasuk optimalisasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD).

Saat ini, FKM Untad memiliki tiga program studi yakni Prodi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) S1, Kesmas S2, dan Prodi Gizi. Prodi Gizi telah meraih akreditasi unggul, dan Rosmala menargetkan kedua prodi Kesmas dapat menyusul capaian tersebut.

Dosen berprestasi tingkat fakultas dan universitas tahun 2020 itu juga menekankan pentingnya pembenahan sarana kampus, termasuk sanitasi.

“Saya ingin peturasan mahasiswa bersih dan harum, sama seperti peturasan dekan. Tidak kumuh, tidak jorok. Ini hal sederhana tapi nyata yang akan saya implementasikan,” tandasnya.

Editor : Yamin