BANGGAI, CS – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu melalui Pos SAR Luwuk bersama unsur SAR gabungan kembali melanjutkan operasi pencarian terhadap dua anak buah kapal (ABK) KLM Maryam Indah yang masih hilang usai kapal tersebut terbakar di perairan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (13/9/2025) malam lalu.
Operasi pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WITA dengan agenda briefing terkait kekuatan tim, kesiapan alat utama (alut), pembagian tugas, serta petunjuk keselamatan kerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas.
Sekitar pukul 07.30 WITA, tim SAR gabungan bergerak menuju area pencarian yang dipetakan pada empat titik koordinat, yakni 0°54’24.00″S – 122°46’48.00″E, 0°54’29.00″S – 122°46’48.00″E, 0°54’29.74″S – 122°53’20.00″E, dan 0°59’24.00″S – 122°53’20.00″E.
Berdasarkan data Basarnas, kecelakaan kapal tersebut mengakibatkan lima orang menjadi korban. Dua orang selamat atas nama Landesa dan Marten, satu orang meninggal dunia atas nama La Anto, sementara dua orang lainnya, La Alami dan La Hamid, masih dalam pencarian.
Dalam operasi ini, unsur SAR yang terlibat antara lain Pos SAR Luwuk, ABK KN SAR Bhisma, Syahbandar Pelabuhan Luwuk, Polres Luwuk, Pos AL Luwuk, Polairud Luwuk, KKP, Bhabinsa Luwuk, KP3, RSUD Banggai, serta masyarakat setempat.
Sejumlah alut dan peralatan SAR juga dikerahkan, termasuk KN SAR Bhisma, sea rider, speed boat milik Syahbandar Luwuk, perahu nelayan, peralatan komunikasi, hingga ambulans RSUD Banggai.
Kepala Kantor SAR Palu, Muh. Rizal, mengatakan operasi pencarian difokuskan pada area yang telah ditetapkan.
“Seluruh unsur SAR yang terlibat bekerja maksimal di lapangan. Kami terus melakukan koordinasi dan evaluasi agar operasi berjalan efektif dan aman. Harapannya, korban yang belum ditemukan dapat segera dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya, melalui rilis diterima media ini, Minggu (14/9/2025).
Diketahui, KLM Maryam Indah yang memuat kopra dari Pulau Taliabu menuju Kota Luwuk, dan mengalami peristiwa naas sebelum mencapai pelabuhan.
Editor: Yamin


