POSO, CS – Yayasan Darul Ulum, yang berlokasi di RT 1/RW 4 Desa Pandajaya, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, menyatakan dukungan terhadap Satgas Operasi Madago Raya dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal di wilayah tersebut.

Yayasan yang berdiri pada 2020 itu berfokus pada pendidikan agama dan dakwah, dengan jumlah santri yang terus bertambah hingga tahun 2024.

Ketua Yayasan Darul Ulum, Hamam Saefurrahman, mengungkapkan bahwa masa lalu pernah terjadi aktivitas yang melarang santri memberikan hormat kepada bendera Merah Putih serta menganggap pemerintah sebagai thogut.

Namun, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak lagi dilakukan dan para santri kini kembali melaksanakan penghormatan kepada bendera merah putih seperti biasa.

Yayasan Darul Ulum menyelenggarakan berbagai kegiatan pembinaan keagamaan, di antaranya Tahfidzul Qur’an, Tahsinul Qur’an, pembinaan akidah, pembinaan ibadah, pembentukan akhlakul karimah, serta tadarus Al-Qur’an. Program unggulan yayasan adalah Tahfiz yang dilaksanakan setiap pagi bagi seluruh santri.

Selain itu, SD Qur’an yang berada di bawah Yayasan Darul Ulum telah resmi terdaftar melalui SK Kadisdikbud Nomor 188.45/447/DIKBUD/2022 dan memiliki NPSN 70033402.

Hamam Saefurrahman menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap kegiatan silaturahmi dengan aparat keamanan sebagai bentuk kerja sama dalam menangkal paham radikal di kalangan santri.

Hamam menegaskan, bahwa yayasan tidak menerima tenaga pengajar yang memiliki latar belakang mantan narapidana terorisme maupun simpatisan kelompok radikal.

Pihak yayasan juga menyatakan kesiapannya membantu kepolisian menjaga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Poso, khususnya wilayah Kecamatan Pamona Selatan.

Pada akhir kegiatan, pengurus Yayasan Darul Ulum membentangkan spanduk sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kecamatan Pamona Selatan.*