TOLITOLI, CS – Sebanyak 60 perempuan pelaku UMKM di Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemantauan Capaian dan Dampak Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Selasa (18/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Baolan ini mengungkap beragam persoalan yang dihadapi perempuan dalam mengembangkan usaha di tingkat desa.

FGD yang difasilitasi Bidang Kualitas Hidup Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah itu menyoroti dampak sosial, ekonomi, serta dinamika kelompok usaha perempuan.

Para peserta mengungkapkan tantangan utama berupa pendapatan yang tidak stabil, akses modal terbatas, minimnya pelatihan pemasaran digital dan manajemen usaha, hingga peralatan produksi yang belum memadai.

Akses pasar juga menjadi keluhan banyak pelaku UMKM. Produk seperti gula merah, kue basah, jahit-menjahit, dan aneka olahan lain terkendala biaya transportasi, persaingan dengan toko online, serta menurunnya daya beli masyarakat.

Para peserta berharap pemerintah memberikan skema bantuan modal yang lebih mudah, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan pemasaran melalui bazar maupun etalase UMKM.

Maryam, fasilitator dari Yayasan Sikola Mombine, menjelaskan peserta dibagi dalam tiga kelompok diskusi. Kelompok pertama membahas dampak sosial dan gender terhadap peningkatan ekonomi perempuan, termasuk perubahan peran dalam keluarga dan tingkat kepercayaan diri.

Kelompok kedua, yang dipandu peneliti kebijakan publik Indar Ismail Jamaluddin, fokus pada capaian ekonomi seperti pendapatan, perkembangan usaha, dan akses permodalan. Sementara kelompok ketiga yang difasilitasi Sulassri menyoroti tantangan keberlanjutan usaha serta peluang kemitraan.

Hasil FGD ini akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Tolitoli untuk memperkuat kebijakan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Pemerintah Kecamatan Baolan menyambut baik kegiatan tersebut sebagai langkah memperkuat UMKM perempuan di daerahnya.

Kecamatan Baolan diketahui terdiri dari enam kelurahan Tuweley, Panasakan, Sidoarjo, Baru, Nalu, dan Tambun, serta empat desa, Dadakitan, Buntuna, Lelean Nono, dan Pangi.

Reporter: Murad