KOLAKA, CS – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kembali bergulir di Kabupaten Kolaka melalui penanaman perdana demplot padi berkelanjutan di Desa Puubunga dan Desa Pubenua (Baula) serta Desa Lemedai (Tanggetada), Senin (24/11/2025).
Program ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka dan PT Vale Indonesia Tbk sebagai bagian dari Mining Industry Indonesia (Mind ID).
Demplot ini menguji sejumlah varietas unggul seperti PR25, PR107, Bujang Marantau, Trisakti, Menthik Wangi, dan Menthik Susu.
Selain itu, penerapan sistem budidaya presisi seperti Perennial Rice dan Salibu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas melalui panen berulang tanpa penanaman ulang.
Direktur Utama PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, mengatakan bahwa program ini menjadi komitmen perusahaan dalam mendukung pemerintah memperkuat kemandirian pangan di daerah.
“Setiap benih yang ditanam hari ini adalah simbol komitmen kami untuk menanam masa depan Kolaka. Inovasi pertanian dapat berjalan berdampingan dengan pembangunan industri,” ujarnya.
Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian RI, Widiastuti, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan arahan Presiden mengenai pemenuhan gizi masyarakat melalui pemerataan distribusi benih unggul.
“Desa harus dikembangkan sesuai potensi lokalnya. Inisiatif seperti demplot ini relevan dan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kolaka menilai kerja sama ini menjadi langkah nyata menuju terwujudnya agenda Kolaka Mandiri Pangan.
Model demplot tersebut nantinya akan direplikasi di desa lain setelah varietas dengan hasil terbaik terlihat pada musim panen mendatang.
“Inisiatif ini melanjutkan program pertanian organik SRI yang telah dikembangkan PT Vale sejak 2021 di Blok Pomalaa dan melibatkan 55 petani, termasuk sembilan perempuan. Salah satu varietas organik, Menthik Susu, kini sudah mulai dipasarkan dan dikonsumsi masyarakat Kolaka,” ucapnya.
Direktur dan CSCAO PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan bahwa pengembangan demplot merupakan bagian dari prinsip keberlanjutan perusahaan.
Pihaknya ingin memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat.
“Demplot ini diharapkan menciptakan ekosistem pertanian yang produktif dan ramah lingkungan. Melalui kolaborasi pemerintah, industri, dan masyarakat, program demplot padi berkelanjutan ini diharapkan menjadi fondasi peningkatan produktivitas pertanian, penguatan ekonomi desa, serta kemandirian pangan di Kolaka dan wilayah Sulawesi Tenggara,” tandas Budiawansyah.
Editor: Yamin



