MOROWALI, CS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, mendorong peningkatan kualitas tata kelola kinerja ASN lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat.
Untuk hal tersebut, Pemkab melalui Dikbud menggelar pelatihan tata cara pengisian rencana hasil kerja dan pengajuan penetapan angka kredit integrasi/konversi pada Aplikasi E-Kinerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Morowali, di Aula Hotel Soldadu, Kecamatan Bungku Tengah, Kamis (22/01/2026).
Pembukaan Pelatihan dihadiri oleh Wakil Bupati, Wakil Bupati, Iriane Iliyas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah, serta para kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Morowali.
Saat membuka kegiatan, Wabup Iriane dalam sambutannya menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Morowali untuk meningkatkan kualitas tata kelola kinerja ASN.
Menurutnya, implementasi E-Kinerja sejalan dengan kebijakan nasional terkait manajemen kinerja yang menuntut sistem kerja profesional dan terukur.
“Penggunaan aplikasi E-Kinerja tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk mewujudkan kinerja ASN yang objektif, transparan, dan akuntabel. Rencana hasil kerja yang disusun dengan tepat akan menjadi dasar penilaian kinerja individu sekaligus mendukung pencapaian target kinerja organisasi,” ujar Wabup Iriane.
Ia menambahkan, pengajuan penetapan angka kredit melalui mekanisme integrasi dan konversi memerlukan pemahaman teknis serta ketelitian, agar tidak menimbulkan kendala dalam proses penilaian kinerja maupun pengembangan karier ASN ke depan.
Iriane berharap seluruh peserta pelatihan dapat memahami tata cara pengisian rencana hasil kerja serta mekanisme pengajuan angka kredit di aplikasi E-Kinerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam mendorong kemajuan pendidikan di daerah.
“Kepala sekolah harus memiliki banyak inovasi karena itu merupakan garda terdepan yang membantu Dinas Pendidikan dalam mengembangkan kualitas pendidikan di Kabupaten Morowali,” tutup Arifin. (IKP)


