PALU, CS – Proses rekrutmen Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Tahun 2026 memasuki tahap seleksi berbasis komputer atau computer assisted test (CAT) yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulteng, di Aula Asrama Haji Sulteng, Kamis (22/1/2026).
Seleksi tersebut diikuti 17 peserta yang telah lolos tahapan verifikasi administrasi. Dari jumlah tersebut, hanya 11 orang yang akan ditetapkan sebagai Petugas Haji Daerah Sulteng 2026 sesuai kuota yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulteng, Muchlis Aseng, menjelaskan bahwa peserta seleksi berasal dari dua latar belakang yang menjadi fokus utama, yakni layanan umum dan kesehatan.
“Berdasarkan pedoman Dirjen Bina Kementerian Haji dan Umrah RI, jumlah peserta seharusnya dua kali kuota, yaitu 12 layanan umum dan 10 kesehatan. Namun setelah proses verifikasi, yang dinyatakan memenuhi syarat hanya sembilan peserta layanan umum dan delapan peserta kesehatan, sehingga total 17 peserta,” ujar Muchlis.
Dalam seleksi CAT tersebut, setiap peserta mengerjakan 100 butir soal dengan durasi waktu 90 menit. Hasil ujian CAT memiliki bobot nilai sebesar 60 persen dalam penentuan kelulusan, sementara tahapan wawancara pendalaman tugas berbobot 40 persen.
Muchlis menambahkan, pada seleksi tahun ini terdapat pembatasan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mengikuti seleksi PHD. ASN yang diperbolehkan mengikuti seleksi hanya dari golongan eselon IV.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi terhubung langsung dengan sistem nasional, sehingga transparansi dan objektivitas proses dapat terjaga.
“Seluruh proses seleksi terkoneksi dengan sistem nasional. Dengan demikian, kami pastikan seleksi berjalan sesuai ketentuan dan bebas dari intervensi,” tegasnya.
Melalui proses seleksi tersebut, diharapkan Petugas Haji Daerah yang terpilih nantinya memiliki kompetensi, integritas, serta kesiapan dalam memberikan pelayanan optimal kepada jemaah haji asal Sulawesi Tengah pada musim haji 2026.*
Reporter: Aldi


