PALU, CS – Wakil Ketua II DPRD Kota Palu, Moh. Anugrah Pratama, menggelar kegiatan Reses Caturwulan I Tahun 2026 di Jalan Merpati, Kelurahan Tanah Modindi, Kecamatan Mantikulore, Jumar (6/2/2026) sore.

Dalam kegiatan tersebut, politisi muda dari Partai NasDem yang akrab disapa, Nugi ini menjelaskan bahwa reses merupakan bagian dari tugas anggota DPRD untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menindaklanjutinya melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran Pemerintah Kota Palu.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah warga menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya permintaan agar pemerintah kota memberikan perhatian serius terhadap anak-anak yang putus sekolah. Warga berharap persoalan tersebut dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Selain itu, warga Jalan Merpati dan sekitarnya juga mengeluhkan keterbatasan fasilitas penunjang kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti tenda, kursi, dan sound system, yang kerap dibutuhkan saat hajatan pernikahan maupun acara duka.

“Kalau bisa, pak, mohon bantu kami untuk tenda, kursi, dan sound system,” pinta salah seorang warga, Ikbal.

Aspirasi lain yang disampaikan warga meliputi perbaikan infrastruktur lorong serta pengadaan alat kebersihan, termasuk tong sampah, guna menunjang kebersihan lingkungan.

Melalui lembar aspirasi, Nurhana Daling, warga Jalan Merpati yang merupakan pelaku usaha budidaya ikan air tawar lele dan nila yang tergabung dalam kelompok budidaya MT Alirsyad, juga menyampaikan keluhan terkait kesulitan mendapatkan bibit dan pakan ikan.

Menurutnya, tingginya permintaan konsumen membuat para petani kewalahan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Nurhana berharap adanya bantuan bibit dan pakan ikan agar usaha budidaya dapat terus berkembang dan memenuhi permintaan pasar.

Menanggapi aspirasi warga, Moh. Anugrah Pratama menegaskan bahwa persoalan anak putus sekolah merupakan hal yang paling penting dan harus menjadi perhatian serius semua pihak.

“Saya sempat dengar beritanya kemarin yang anak bunuh diri, itu harus menjadi perhatian kita semua. Misalnya ada yang putus sekolah, tolong diberitahukan ke pemerintah setempat, baik RT/RW ataupun lurah, nanti disampaikan ke saya dan saya akan bantu. Itu ada program PIP dan KIP,” ujar Nugi.

Terkait aspirasi lainnya, Nugi berjanji akan memperjuangkannya melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran sesuai dengan kapasitas serta kewenangan DPRD.

“Aspirasi yang terjaring hari ini akan saya perjuangkan. Semoga tahun depan masyarakat sudah bisa menikmati fasilitas yang hari ini masih belum terpenuhi,” katanya. *