JAKARTA, CS – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Nilai tersebut meningkat 10,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan alokasi anggaran itu dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turut menghadiri agenda yang membahas strategi percepatan belanja negara pada kuartal I-2026.

Purbaya mengatakan, pencairan THR ditargetkan dilakukan menjelang awal Ramadan 1447 Hijriah guna mendukung daya beli aparatur negara sekaligus menjaga stabilitas konsumsi masyarakat.

“Yang jelas awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” ujar Purbaya.

Menurutnya, percepatan penyaluran THR bertujuan menstimulus konsumsi domestik dan mengantisipasi potensi inflasi pangan musiman menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Secara teknis, THR 2026 mencakup komponen satu bulan gaji pokok ditambah tunjangan tetap bagi sekitar 5,5 juta penerima manfaat yang terdiri atas ASN, prajurit Tentara Nasional Indonesia, dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Penyaluran THR tersebut menjadi bagian dari belanja negara kuartal pertama 2026 yang ditargetkan mencapai Rp809 triliun.

Pemerintah berupaya memaksimalkan realisasi belanja di awal tahun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap berada di atas target 5,4 persen. *