MAKASSAR, CS – Ketergantungan Indonesia pada impor energi dinilai tak lepas dari ribuan sumur minyak tua yang tak lagi berproduksi. Di hadapan Sidang Pleno XVIII BPP HIPMI di Makassar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa sekitar 22 ribu sumur minyak nasional saat ini dalam kondisi idle dan membutuhkan intervensi teknologi.
Dari total 39.000 hingga 40.000 sumur minyak yang tersebar di Indonesia, hanya sekitar 17.000–18.000 sumur yang masih aktif.
Menurut Bahlil, revitalisasi sumur tua menjadi langkah mendesak jika pemerintah ingin mempercepat swasembada energi.
“Tidak ada cara lain untuk mendongkrak produksi selain investasi teknologi dan percepatan eksekusi,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Ia menekankan, tanpa langkah konkret, Indonesia akan terus bergantung pada impor, yang justru menguntungkan pelaku impor energi.
Pemerintah, kata dia, kini mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk mempercepat reaktivasi sumur-sumur tua.
Selain reaktivasi, pemerintah menyiapkan percepatan eksekusi sumur yang telah masuk dalam Plan of Development (POD), serta membuka tender 110 blok migas baru guna memperkuat pasokan jangka panjang.
Dalam forum tersebut, Bahlil juga mengumumkan capaian yang disebutnya sebagai tonggak sejarah: Indonesia ditargetkan tidak lagi mengimpor solar pada 2026. Target ini ditopang oleh beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.
Kilang RDMP Balikpapan disebut mampu memproduksi 5 juta kiloliter bensin dan 3,9 juta kiloliter solar per tahun dengan nilai investasi Rp123 triliun.
Selain itu, implementasi mandatori biodiesel B40 turut menekan impor solar dari 8,3 juta ton pada 2024 menjadi 5 juta ton pada 2025.
Pemerintah menargetkan lifting minyak nasional mencapai 610 ribu barel per hari pada 2026, naik tipis dari realisasi 605 ribu barel per hari tahun sebelumnya.
Dengan ribuan sumur tua menunggu sentuhan teknologi dan puluhan blok baru siap dilelang, pemerintah bertaruh pada percepatan investasi untuk membalikkan tren produksi dan mengurangi ketergantungan impor energi nasional. *

