BANGGAI,CS-Pemerintah Daerah dibawah kepemimpinan Bupati Ir Amirudin dan Wakilnya Drs Furqanuddin Masulili, saat ini tengah mewujudkan Program Sanitasi Permukiman (PPSP).
Program ini bertujuan untuk mengurangi penyakit melalui pengelolaan limbah di Kabupaten Banggai, dan mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam pelaksanaannya, Kepala Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup BAPPEDA Kabupaten Banggai, Syahbudin Dayanun, ST.,M.Eng., menjelaskan bahwa saat ini telah ada Tim Pokja yang diketuai Sekretaris Daerah, Ramli Tongko.
Dikatakannya, tim Pokja itu terdiri dari Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta BAPPEDA selaku koordinator pelaksana program.
Pada pelaksanaannya, Pokja telah menetapkan Kelurahan Tanjung Tuwis, Kecamatan Luwuk Selatan. Penetapan itu berdasarkan kelayakan dan memenuhi kriteria sebagai Kampung Percontohan.
“Saat ini kami sudah masuk tahapan ke enam coaching clinic, dalam rangka persiapan ujian coba layanan skala penuh implementasi Strategis Sanitasi Kabupaten (SSK) program SSP,” ujar Syahbudin diruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).
Dijelaskannya, terhadap percepatan pelaksanaan program ini, Pokja terlebih dahulu mematangkannya melalui pemilihan isu terkait dengan pengelolaan air limbah dan persampahan.
Sebab, dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah, hanya ada dua daerah yakni Kabupaten Banggai dan Parimo. Untuk Banggai, slogannya “Gerakan Banggai Bergerak Bersama Menuju Sanitasi Merata Aman Berkelanjutan”.
“Pertimbangan Kelurahan Tanjung Tuwis, karena terjangkau dari perkotaan untuk memudahkan pelaksanaan monitoring oleh Pokja,” ucapnya.
Guna memaksimalkan pelaksanaannya, Pokja juga telah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat sekitar, termasuk pelibatan pihak swasta dalam hal pembangunan sanitasi di Kabupaten Banggai, termasuk adanya partisipasi dari pihak swasta.
“Alhamdulillah sudah banyak pihak yang telah merespon dan saat ini sudah terdata,” imbuhnya.
Ditambahkannya, pihak Pokja juga telah mengajak masyarakat sekitar untuk mendukung program ini, termasuk menjaga lingkungan sekitar dalam hal penggunaan jamban aman dan pentingnya penyedotan tangki septik.
Menariknya, pada program tersebut terdapat singkatan keren dan gaul seperti;
Sari Bunga (Sampah Sendiri Jadi Berkah Untuk Keluarga).
Banggai Berkah (Bersama Kelola Sampah dari Rumah).
Sapu Jagad (Sanitasi Aman dengan Penyediaan Infrastruktur Jamban Keluarga melalui dana desa).
Stecu Stela(Sanitasi Aman Tercapai Melalui Stop Babs dan Penyediaan IPLT Layak).**
Reporter : Amlin


