JAKARTA,CS – Bank Dunia merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5 persen, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 4,7 persen yang dirilis pada April 2026.
Revisi tersebut mencerminkan optimisme Bank Dunia terhadap ketahanan ekonomi nasional setelah mencatatkan kinerja yang lebih baik dari perkiraan pada kuartal I/2026.
Dalam laporan yang dikutip sejumlah media pada Juni 2026, Bank Dunia menyebut penguatan konsumsi rumah tangga, stimulus fiskal pemerintah, serta capaian ekonomi pada awal tahun menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan proyeksi tersebut.
Meski mengalami revisi naik, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen masih sedikit berada di bawah target yang ditetapkan pemerintah dalam APBN 2026, yakni sebesar 5,4 persen.
Bank Dunia menilai konsumsi swasta tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Di sisi lain, kebijakan fiskal pemerintah dinilai mampu menjaga aktivitas ekonomi domestik sehingga memberikan ruang bagi pertumbuhan yang lebih kuat.
Revisi proyeksi ini juga menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha dan investor karena menunjukkan perekonomian Indonesia masih memiliki daya tahan yang baik meski menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi dunia, ketidakpastian perdagangan internasional, serta dinamika geopolitik global.
Dengan proyeksi terbaru tersebut, Bank Dunia memperkirakan Indonesia tetap mampu mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5 persen sepanjang 2026, didukung oleh permintaan domestik yang solid dan keberlanjutan kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Kenaikan proyeksi ini sekaligus memperkuat optimisme bahwa ekonomi Indonesia masih berada pada jalur pertumbuhan yang positif, meski tantangan eksternal diperkirakan masih akan membayangi perekonomian global hingga akhir tahun. *


