JAKARTA, CS – Keputusan mengejutkan datang dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Di tengah gelombang penolakan dari federasi sepak bola dunia, PSSI secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap rencana FIFA yang ingin menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Langkah ini diambil PSSI karena dinilai dapat memberikan suntikan dana segar yang sangat dibutuhkan untuk akselerasi pembangunan sepak bola nasional.

Alasan PSSI Mendukung Rencana FIFA

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menjelaskan bahwa transformasi sepak bola di Tanah Air dalam tiga tahun terakhir memerlukan skema pendanaan yang berkelanjutan agar program pengembangan tidak terhenti di tengah jalan.

“Sepak bola Indonesia telah bertransformasi dalam tiga tahun terakhir. Tata kelolanya sudah dibenahi,” ujar Erick Thohir melansir SkyNews pada Kamis (30/7/2026).

Erick menegaskan bahwa dampak positif transformasi tersebut sudah mulai terlihat dari peningkatan performa Tim Nasional Indonesia.

  • Peningkatan Peringkat FIFA: Posisi Timnas Indonesia melesat dari peringkat 174 hingga menembus posisi 118 dunia.
  • Pengembangan Regional: PSSI dan FIFA telah berkolaborasi membangun FIFA Hub di Jakarta, yang diproyeksikan menjadi pusat pembinaan sepak bola di Asia Tenggara dan Asia Timur.
  • Kebutuhan Dana: Untuk menjaga tren positif ini, PSSI membutuhkan dukungan finansial yang kuat dan stabil.

Apa Itu FIFA Forward Enterprise (FFE)?

Rencana penjualan hak komersial ini dilakukan melalui pembentukan anak usaha baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE).

  • Valuasi Perusahaan: Diperkirakan mencapai US$20 miliar (sekitar Rp361 triliun).
  • Paket Pendanaan: FIFA menawarkan paket senilai US$10 miliar (sekitar Rp180,5 triliun).

Potensi Dana yang Diterima PSSI:

  1. Jika Proposal Disetujui (sebelum pertengahan September 2026): Setiap asosiasi anggota (211 negara) berpotensi mengantongi dana hibah hingga US$40 juta (sekitar Rp722 miliar) mulai Januari 2027.
  2. Jika Proposal Ditolak: FIFA hanya akan menyalurkan dana berdasarkan skema lama, yaitu sekitar US$10 juta (sekitar Rp180,5 miliar) per federasi.

Gelombang Penolakan dari UEFA dan AFC

Rencana kontroversial ini memicu polemik besar di tingkat global. Sejumlah konfederasi benua melontarkan penolakan keras:

  • UEFA (Eropa): Mengancam akan memboikot seluruh turnamen FIFA. UEFA menilai Piala Dunia adalah aset sepak bola milik publik yang tidak boleh dikuasai atau dimiliki oleh investor swasta.
  • AFC (Asia): Meminta FIFA untuk menunda proses persetujuan proposal. AFC menilai federasi anggota perlu waktu tambahan untuk mengkaji aspek hukum, tata kelola, serta dampak jangka panjangnya.

Klarifikasi Presiden FIFA

Menanggapi gejolak tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa proposal FFE saat ini masih dalam tahap konsultasi dengan seluruh anggota.

Ia menjamin bahwa pembentukan FFE tidak akan mengubah format penyelenggaraan Piala Dunia maupun mencederai nilai-nilai dasar olahraga sepak bola.*