MANADO, CS – Kota Manado dan Makassar tercatat sebagai dua kota dengan kualitas udara terburuk di Pulau Sulawesi berdasarkan data pemantauan indeks kualitas udara IQAir pada 16 Agustus 2026.
Manado berada di posisi teratas dengan skor Air Quality Index (AQI) mencapai 70. Sementara Makassar menyusul dengan skor 69.
Keduanya berada dalam kategori kualitas udara sedang atau moderate. Meski demikian, skor tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan sejumlah kota lain di Sulawesi yang masuk dalam data pemantauan.
Kondisi berbeda terlihat di Tomohon, Sulawesi Utara. Kota tersebut justru mencatat kualitas udara terbaik dengan skor AQI 18.
Semakin rendah nilai AQI, semakin baik kualitas udara yang terukur. Dengan skor 18, kualitas udara Tomohon tercatat jauh lebih baik dibandingkan Manado yang memiliki skor 70.
Selain Tomohon, enam kota lainnya juga mencatat skor AQI di bawah 50, yakni Kendari dengan skor 30, Gorontalo 34, Parepare 42, Palu 47, Bitung 48, dan Palopo 49.
Berikut peringkat kualitas udara sejumlah kota di Sulawesi berdasarkan skor AQI pada 16 Agustus 2026:
- Tomohon – AQI 18
- Kendari – AQI 30
- Gorontalo – AQI 34
- Parepare – AQI 42
- Palu – AQI 47
- Bitung – AQI 48
- Palopo – AQI 49
- Makassar – AQI 69
- Manado – AQI 70
Perbedaan indeks tersebut memperlihatkan kondisi kualitas udara yang cukup kontras antarkota di Sulawesi.
Manado dan Makassar yang merupakan pusat aktivitas perkotaan justru mencatat indeks tertinggi, sedangkan Tomohon berada di posisi terendah.
Kualitas udara di kawasan perkotaan dapat dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain emisi kendaraan, aktivitas industri, kondisi meteorologi, serta berbagai sumber polutan lainnya. Namun, data AQI saja tidak cukup untuk memastikan faktor mana yang menjadi penyebab utama tingginya indeks di masing-masing kota.
IQAir menggunakan Air Quality Index sebagai indikator untuk menggambarkan kondisi kualitas udara berdasarkan konsentrasi polutan yang terukur. Nilai indeks tersebut dapat berubah mengikuti kondisi lingkungan dan waktu pemantauan.
Karena itu, data 16 Agustus 2026 tersebut merupakan gambaran kualitas udara pada periode pemantauan, bukan ukuran yang bersifat permanen untuk menggambarkan kondisi udara di masing-masing kota. *



