MAKASSAR, CS – Kelancaran arus distribusi barang dari kawasan industri menuju Makassar New Port (MNP) meningkat signifikan sejak pengoperasian Jalan Akses Tol MNP pada Januari 2024. Infrastruktur jalan bebas hambatan sepanjang 3,2 kilometer ini menghubungkan secara langsung kawasan pelabuhan dengan jaringan tol yang terhubung ke pelabuhan, Kawasan Industri Makassar (KIMA), Bandara Sultan Hasanuddin, hingga wilayah Maros.
Sebelum jalur ini beroperasi, armada peti kemas terpaksa melintasi jalan arteri perkotaan yang padat dan berbaur dengan kendaraan umum. Head of Corporate Communication and CSR Nusantara Infrastructure, Indah DP Pertiwi, menegaskan pentingnya peranan rute tol baru ini bagi mobilitas angkutan logistik.
“Jalan Tol Makassar memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antarmoda serta menjadi enabler bagi pertumbuhan ekonomi kawasan,” ungkap Indah.
Survei internal perusahaan mencatat bahwa penggunaan koridor tol ini berhasil mengurangi durasi perjalanan hingga 56 persen. Pangkasan waktu tempuh tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh para penyedia jasa angkutan barang.
Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulselbar, Yodi Nalendra, menjelaskan bahwa keberadaan rute tol langsung ini menghindari titik-titik kemacetan seperti pasar, SPBU, dan jembatan sempit. Menurutnya, kepastian waktu perjalanan sangat menunjang ketepatan pengiriman peti kemas.
“Jadi, ada shortcut sehingga lebih cepat dan yang pasti lebih lancar. Yang pasti terasa dari sisi penggunaan BBM, kami sedikit lebih hemat. Kalau macet, otomatis konsumsi BBM lebih besar,” ujar Yodi.
Efisiensi jaringan jalan tol ini makin diperkuat oleh keterhubungan antarmoda angkutan. Pengamat transportasi sekaligus anggota Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai bahwa pengintegrasian berbagai simpul mobilitas seperti bandara, pelabuhan, jalan tol, dan jalur kereta api di masa mendatang akan mengoptimalkan fungsi masing-masing moda.
“Integrasinya itu menjadi penting,” tutur Djoko.
Pembangunan proyek bernilai investasi sekitar Rp 705 miliar oleh Nusantara Infrastructure ini telah menyerap 1.000 tenaga kerja saat masa konstruksi. Kini, operasional tol MNP tidak hanya mempermudah arus keluar-masuk barang di pelabuhan dan kawasan industri, tetapi juga mengurangi beban kemacetan lalu lintas di jalan arteri Kota Makassar.
Pengembangan infrastruktur ini didukung oleh kampanye #TolnyaMakassar dari PT Makassar Metro Network (MMN) dan PT Makassar Airport Network (MAN) guna meningkatkan kualitas layanan serta memantapkan peran Makassar sebagai hub logistik utama Kawasan Timur Indonesia.*


