MORUT, CS – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Nuryamin, turun langsung ke kawasan hutan untuk meninjau pelayanan kesehatan bagi masyarakat Suku Wana di Dusun Kalae, Desa Tambayoli, Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Jumat (19/9/2026).
Nuryamin bersama Kepala Puskesmas Tambayoli, Iswan T. Buban, dan sejumlah tenaga kesehatan masuk ke kawasan tersebut untuk melihat langsung proses pelayanan sekaligus kondisi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat lokasi tempat tinggal yang berada di kawasan hutan.
Dalam pelayanan tersebut, tim Puskesmas Tambayoli memberikan layanan kesehatan kepada 17 warga Suku Wana, terdiri atas tujuh orang dewasa dan 10 anak-anak.
Bidan Puskesmas Tambayoli, Fitri, mengatakan pelayanan kepada masyarakat Suku Wana membutuhkan pendekatan yang dilakukan secara perlahan dan berkelanjutan.
Menurutnya, masyarakat tidak dapat dipaksa untuk menerima pelayanan kesehatan karena pendekatan secara langsung dan memaksa justru berpotensi membuat mereka menghindari petugas.
“Mereka tidak bisa dipaksa. Kalau dipaksa, mereka akan menghindari kami dan lari ke dalam hutan,” ujar Fitri.
Karena itu, tenaga kesehatan memilih membangun komunikasi secara bertahap hingga masyarakat merasa nyaman dan bersedia menerima pelayanan.
“Jadi kami melakukan pendekatan pelan-pelan supaya mereka bisa dilayani,” lanjutnya.
Fitri juga mengajak para ibu yang telah mendapatkan pelayanan untuk turut mengajak keluarga maupun kerabat mereka yang masih berada di dalam hutan agar rutin memeriksakan kesehatan.
Upaya tersebut dinilai penting karena mobilitas masyarakat Suku Wana menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kesinambungan pelayanan kesehatan.
Menurut Fitri, ketika terdapat anggota keluarga yang meninggal dunia, masyarakat dapat meninggalkan lokasi tempat tinggal mereka dan mencari lokasi baru untuk kemudian membangun hunian kembali.
Kondisi itu membuat tenaga kesehatan harus terus melakukan penjangkauan agar masyarakat yang berpindah lokasi maupun mereka yang masih berada jauh di dalam kawasan hutan tetap mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
Kunjungan Kaper BKKBN Sulteng bersama jajaran Puskesmas Tambayoli menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi pelayanan di lapangan sekaligus memahami berbagai tantangan geografis dan sosial yang dihadapi tenaga kesehatan.
Melalui pendekatan yang berkelanjutan, komunikasi yang persuasif, serta keterlibatan masyarakat, pelayanan kesehatan diharapkan dapat terus menjangkau Suku Wana, termasuk warga yang berpindah lokasi dan masyarakat yang masih berada di kawasan hutan.*


