PALU, CS – Universitas Tadulako (Untad) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memperkuat kolaborasi dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui penguatan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka saat Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulteng, Nuryamin, melakukan kunjungan ke Untad dan diterima Rektor Untad, Prof. Amar, didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum serta Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Untad, di ruang kerja Rektor, Jumat (3/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah peluang kerja sama yang difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui percepatan penurunan angka stunting di Sulteng.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng, Nuryamin, mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah melalui kontribusi akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, kerja sama dapat diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang berfokus pada pembangunan keluarga, percepatan penurunan stunting, dan peningkatan kesehatan masyarakat.
Selain itu, BKKBN juga membuka peluang bagi mahasiswa Untad untuk mengikuti program magang agar memperoleh pengalaman langsung dalam pelaksanaan program kependudukan dan keluarga berencana.
Nuryamin juga berharap hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen Untad dapat disinergikan dengan kebutuhan program BKKBN sehingga menjadi rekomendasi ilmiah dalam penyusunan kebijakan pembangunan kependudukan di Sulawesi Tengah.
Rektor Untad, Prof. Amar, menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Ia menegaskan Universitas Tadulako berkomitmen mendukung berbagai program pembangunan daerah melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi.
“Universitas Tadulako siap mendukung berbagai program BKKBN, khususnya dalam percepatan penurunan stunting di Sulawesi Tengah. Kolaborasi yang selama ini telah berjalan dengan baik tentu akan terus kami lanjutkan dan perkuat melalui KKN Tematik, program magang mahasiswa, serta dukungan hasil riset dosen yang dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan,” ujarnya.
Menurut Prof. Amar, keterlibatan sivitas akademika dalam program pembangunan daerah merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui penguatan sinergi tersebut, Untad dan BKKBN Provinsi Sulteng berharap dapat menghadirkan berbagai inovasi dalam pembangunan keluarga, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, serta percepatan penurunan stunting di Sulteng. *


