NEW YORK, CS – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, resmi mendarat di New York, Amerika Serikat, pada Senin (21/9) waktu setempat. Kehadirannya di Kota Apel Big tersebut bertujuan untuk memimpin langsung delegasi Indonesia dalam perhelatan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-81.

Langkah diplomatik ini membawa misi penting untuk mempertegas komitmen Indonesia terhadap multilateralisme. Di tengah kompleksitas tantangan global saat ini, RI terus berupaya mengambil peran aktif sebagai jembatan komunikasi, pendorong dialog antarnegara, serta pembangun konsensus internasional.

Dalam agenda diplomasi kali ini, Indonesia secara konsisten membawa suara negara-negara berkembang. Isu krisis kemanusiaan di Palestina juga menjadi salah satu prioritas utama yang terus dikawal pemerintah di panggung forum tertinggi dunia tersebut.

“Indonesia akan terus menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dan berkontribusi bagi perdamaian dunia, termasuk dengan menegaskan kembali dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina serta upaya pemulihan dan rekonstruksi Gaza,” tegas pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri RI.

Sepanjang rangkaian agenda di New York, Menlu Sugiono dijadwalkan menghadiri berbagai pertemuan tingkat tinggi dan forum menteri. Fokus pembahasan mencakup isu-isu strategis global seperti stabilitas perdamaian, krisis iklim, hingga penguatan kerja sama multilateral.

Tak hanya itu, momentum High-Level Week ini dimanfaatkan diplomasi Indonesia untuk menggalang dukungan internasional. RI secara resmi mengampanyekan pencalonannya sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030, melanjutkan komitmen yang telah diumumkan sejak awal tahun.

Di sela-sela kepadatan jadwal PBB, Menlu Sugiono juga akan mengagendakan serangkaian pertemuan bilateral dengan para pemimpin dan utusan dari negara-negara sahabat guna mempererat kerja sama serta membahas agenda strategis bersama.

Puncak dari partisipasi diplomasi Indonesia akan ditandai dengan penyampaian National Statement atau Pernyataan Nasional oleh Menlu Sugiono pada Debat Umum SMU PBB ke-81, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (26/9) malam waktu New York.*