PALU, CS – Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Mahfudz MP beserta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi menjalani vaksinasi Covid-19, di Kantor Bupati Sigi, Rabu 5 Februari 2021 lalu.
Pasca jalani vaksinasi, Rektor Untad menyampaikan, bahwa sebelum divaksin petugas kesehatan melakukan beberapa prosedur untuk memastikan penerima vaksin dalam kondisi sehat. Diantaranya dengan mengecek tekanan darah sebelum kegiatan vaksinasi dimulai.
Beberapa saat, setelah proses vaksinasi selesai, rektor mengakui bahwa tidak ada efek samping yang ia rasakan. Observasi selama 30 menit yang dilakukan pasca vaksinasi pun tidak ditemukan keluhan apapun.
“Alhamdulillah tidak ada masalah atau keluhan setelah disuntik. Saya tidak merasa pusing dan sebagainya,” aku Prof Mahfudz, di Palu, Sabtu 6 Februari 2021.
Prof Mahfudz menjelaskan, vaksinasi adalah salah satu upaya yang harus dilakukan, selain penerapan protokol kesehatan dalam beraktivitas. Dengan vaksinasi maka seseorang sudah memiliki dua benteng untuk melindungi diri dari Covid-19. Yakni 3M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan) dan vaksin.
Untuk itu, ia menghimbau kepada masyarakat khususnya kepada civitas akademika Untad untuk tidak takut divaksin.
“Saya mengimbau kepada masyarakat, khususnya warga Untad untuk tidak takut divaksin, karena dengan divaksin kita justru terlindungi dari dalam. Kita tidak bisa hanya mengharapkan imunitas belaka, sebab kondisi imun setiap orang berbeda-beda. Dengan adanya vaksin maka tubuh kita akan membentuk antibodi yang akan meningkatkan imunitas dalam melawan virus covid 19,” terangnya.
Rektor berharap, upaya vaksinasi yang ia lakukan dapat mendukung program vaksinasi yang digagas pemerintah agar pandemi covid 19 ini dapat segera teratasi.
“Tidak ada paksaan dari pihak lain untuk melakukan vaksin, semuanya murni keinginan saya pribadi agar dapat mendukung program pemerintah dalam mengatasi pandemi ini,” ungkap rector.
Selain itu, rektor juga berpesan agar seluruh masyarakat khususnya civitas akademika Untad tetap menerapkan protokol kesehatan 3 M dan tentunya tidak lupa untuk berdoa agar selalu diberikan kesehatan.
Adapun jadwal vaksinasi di lingkup Universitas tadulako hingga saat ini belum memperoleh informasi dari Satgas Covid Sulawes Tengah (Sulteng).
“Nanti kita tunggu jadwal dari satgas covid, saya berharap setelah proses vaksinasi para tenaga kesehatan selesai, Untad mendapat giliran,” tandas Prof Mahfudz.
Rencananya Rektor Untad akan melakukan vaksinasi tahap ke 2 pada tanggal 17 Februari mendatang. **


