PALU, CS – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemendukbangga) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah memberikan penguatan terkait isu kependudukan dalam kegiatan Pemaduan dan Sinkronisasi Kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi dengan Pemerintah Kota,  Rabu (12/02/2025).

Acara ini diselenggarakan oleh Dinas OPD KB Kota Palu dalam rangka pengendalian penduduk dan keluarga berencana, serta pengembangan materi pendidikan kependudukan bagi jenjang SLTA, MA, dan SLTP,

Ketua Tim Kerja Bidang Pengendalian Penduduk, Muh. Rosni, S.E., M.Si., dalam sambutannya menjelaskan kualitas keluarga di Sulawesi Tengah, termasuk di Kota Palu, yang tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Keluarga (Ibangga) tahun 2023.

“Ibangga Sulteng tahun 2023 tercatat sebesar 59,99, dihitung dari nilai indeks 0-100. Capaian ini meliputi tiga dimensi penilaian, yaitu ketenteraman, kemandirian, dan kebahagiaan. Indeks kebahagiaan sudah lebih dari 70, tapi indeks kemandirian masih jauh lebih rendah, hanya 51. Ini menjadi ironi, karena di satu sisi kita tidak mapan secara ekonomi, tapi di sisi lain tetap bahagia dan menikmati keadaan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memahami dinamika kependudukan yang dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kelahiran, kematian, dan persebaran penduduk. Dari faktor-faktor tersebut, terdapat dua indikator utama yang harus diperhatikan, yakni kuantitas dan kualitas penduduk.

“Penduduk yang berkualitas berasal dari keluarga yang merupakan fondasi bangsa. Pembangunan keluarga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup, menciptakan rasa aman, tentram, dan membangun harapan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa konsep Ibangga perlu dipahami oleh tenaga pendidik Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) untuk meningkatkan wawasan mengenai kependudukan bagi guru maupun peserta didik. Dengan begitu, pemahaman tentang pentingnya pengendalian penduduk dapat ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Editor : Yamin