PALU, CS – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjaga disiplin dan kerapihan dalam bekerja.
Dalam arahannya saat menyerahkan SK pengangkatan CPNS, ia menyindir tiga “penyakit” ASN, Kudis (Kurang Disiplin), Kurap (Kurang Rapi), dan Ginjal (Gaji Ingin Naik Kerja Lambat).
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Anwar Hafid saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 437 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024, di Gedung Pogombo, Palu, Jumat (16/5/2025).
“Saya minta pegawai disiplin. Jam 07.30 sudah harus ada di kantor. Saya tidak ingin lagi melihat pakaian dinas atau mobil dinas parkir di warung kopi saat jam kerja,” tegas Anwar Hafid.

Untuk mendorong budaya disiplin, ia bahkan menyarankan kepada kepala dinas agar menyediakan kopi di kantor bagi pegawai yang terbiasa ngopi sebelum bekerja.
“Silakan duduk di warung kopi asal di luar jam kantor, dari jam 4 sore sampai jam 4 subuh silakan,” tambahnya.
Selain soal disiplin, Anwar juga menekankan pentingnya penampilan ASN. Ia menyindir penyakit kedua, “Kurap” alias kurang rapi. Menurutnya, ASN adalah pelayan masyarakat yang harus tampil bersih dan sesuai dengan ketentuan pakaian dinas.
“Pegawai itu harus siap diatur. Kalau tidak mau diatur, lebih baik berhenti jadi pegawai,” ujarnya tegas.
Sindiran terakhir ditujukan kepada ASN yang menginginkan kenaikan gaji namun tidak menunjukkan kinerja maksimal.
“Penyakit ketiga Ginjal, Gaji Ingin Naik Kerjanya Lambat,” katanya.
Gubernur berharap para CPNS yang baru saja diangkat bisa menjadi energi baru dalam birokrasi Sulteng yang lebih maju dan profesional.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulteng, Adiman, menyampaikan bahwa dari 540 formasi CPNS yang dibuka tahun 2024, hanya 440 peserta yang lolos seleksi administrasi dan tes berbasis komputer (CAT). Dari jumlah tersebut, tiga orang mengundurkan diri sehingga SK diserahkan kepada 437 CPNS.
“Rinciannya, 108 orang adalah tenaga kesehatan dan 329 orang tenaga teknis,” ungkap Adiman.
Berdasarkan kualifikasi pendidikan, 32 CPNS berada di Golongan II/a (SMA/sederajat), 81 orang di Golongan II/c (D-III), 272 orang di Golongan III/a (S1), dan 52 orang di Golongan III/b (S2/Dokter).
Adiman juga menambahkan bahwa masih terdapat 103 formasi yang belum terisi, terdiri dari 70 tenaga teknis dan 33 tenaga kesehatan. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi dalam pengadaan CPNS di masa mendatang.
Editor : Yamin


