PALU, CS – Aliansi Masyarakat Kelurahan Tondo yang merupakan warga lingkar Kampus Universitas Tadulako (Untad) akan menggelar aksi damai di lingkungan kampus, Senin (1/12/2025).
Aksi tersebut digelar sebagai respons atas rangkaian tawuran antar mahasiswa yang dinilai telah meresahkan masyarakat.
Koordinator aksi, Moh. Rizal, menjelaskan bahwa tawuran antar mahasiswa dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan dampak serius, di antaranya cedera fisik, trauma psikologis, kerusakan fasilitas kampus, dan terganggunya harmonisasi sosial di lingkungan sekitar.
Ia menyebut beberapa mahasiswa dan oknum terlibat tawuran sebagai bentuk solidaritas kelompok, yang turut dipengaruhi konsumsi minuman keras dan narkoba.
Menurut Rizal, insiden tawuran itu bahkan meluas hingga kejar-kejaran dan pelemparan benda keras di dalam kampus, serta pengeroyokan terhadap warga yang kebetulan berada di lokasi kejadian.
“Kami menilai situasi tersebut terjadi akibat lemahnya pengawasan internal kampus dan sistem pembinaan mahasiswa,” tegas Rizal, Minggu (30/11/2025).
Aliansi Masyarakat Tondo juga menilai bahwa sejumlah mahasiswa menunjukkan perilaku tidak etis dan berperilaku seperti “preman kampus”. Selain itu, mereka menuding sebagian oknum birokrasi kampus bersikap melindungi pelaku tawuran dan tidak memberikan sanksi tegas, serta menunjukkan sikap arogan dalam mengambil kebijakan yang berdampak pada warga sekitar.
Dalam pernyataannya, aliansi menyampaikan tiga tuntutan utama. Pertama, meminta Rektor Untad memberikan sanksi pemecatan kepada mahasiswa yang terlibat pengeroyokan terhadap pekerja kampus.
Kedua, mendesak Kapolres menindak tegas pelaku perusakan fasilitas kampus sesuai hukum pidana. Ketiga, meminta pihak kampus memanggil orang tua mahasiswa yang terlibat tawuran untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut.
Aliansi menegaskan bahwa aksi damai digelar sebagai bentuk kontrol sosial terhadap civitas akademika agar konflik tidak meluas. Mereka juga menyatakan akan menggelar aksi besar apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti oleh pihak terkait. *
Editor: Yamin


