POSO, CS – Yayasan Lingkar Persaudaraan Nusantara (Lingkar PERDANA) Kabupaten Poso menegaskan komitmennya mendukung Satgas Operasi Madago Raya dalam mencegah penyebaran paham intoleran dan radikal di wilayah Poso.
Dukungan tersebut disampaikan pengurus yayasan dalam kunjungan Satgas Madago Raya ke sekretariat yayasan.
Yayasan Lingkar PERDANA, yang berdiri sejak Agustus 2022, telah terdaftar resmi di Kesbangpol Kabupaten Poso dan Kementerian Hukum dan HAM RI.
Meski sebagian besar anggotanya merupakan mantan narapidana terorisme, mereka telah menyatakan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berkomitmen mengikuti pembinaan terarah. Pemerintah dan Kepolisian tetap melakukan pendampingan guna memastikan yayasan berjalan sesuai prinsip kebangsaan.
Pembina yayasan, Ambo Batjo alias Ambo alias Thoriq, menjelaskan bahwa organisasi ini dibentuk oleh Imran alias Imron Labuan alias Abu Zahra bersama para eks-napiter lainnya sebagai wadah pembinaan dan deradikalisasi.
Menurutnya, yayasan bertujuan mengubah pola pikir para eks-napiter agar tidak kembali terlibat pada aktivitas yang bertentangan dengan hukum dan ideologi negara.
“Kami berharap masyarakat Poso mendukung keberadaan yayasan ini. Tujuan kami murni untuk pembinaan agar rekan-rekan eks-napiter bisa berubah dan tidak lagi melakukan pelanggaran hukum maupun tindakan yang bertentangan dengan NKRI,” ujar Thoriq, Jumat (12/12/2025).
Meski belum aktif dalam kegiatan sosial, yayasan tercatat konsisten mengikuti berbagai program deradikalisasi yang diselenggarakan Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) bersama The Habibie Center (THC), termasuk kegiatan yang difasilitasi pihak Kepolisian, seperti peringatan Hari Kemerdekaan RI di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.
Dalam kunjungan tersebut, pengurus yayasan menyampaikan terima kasih kepada Satgas Madago Raya atas silaturahmi dan bantuan material yang diberikan. Mereka berharap komunikasi dan kerja sama dapat terus terjalin dengan baik.
Pihak yayasan juga menyatakan kesiapannya bersinergi dengan pemerintah daerah, Kepolisian, dan TNI dalam menjaga keamanan Poso, serta menolak tumbuhnya paham intoleran dan radikal.
Mereka mengajak semua pihak untuk mendukung berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan stabilitas keamanan dan pembangunan daerah.
“Kami terbuka untuk siapa saja yang ingin bersilaturahmi, dan siap membantu Satgas Madago Raya menjaga situasi Poso tetap kondusif. Kalau Poso aman, yang paling merasakan manfaatnya adalah masyarakat,” kata perwakilan pengurus.
Yayasan Lingkar PERDANA menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program deradikalisasi dan siap terlibat dalam kegiatan pemerintah maupun Kepolisian guna mencegah kembali munculnya aksi terorisme di wilayah Kabupaten Poso. **


