PALU, CS – Setelah menunggu selama 11 bulan, masyarakat Laranggarui, Kelurahan Talise, Kota Palu, menuntut PT Citra Palu Mineral (CPM) segera merealisasikan sejumlah janji yang dinilai belum terpenuhi, terutama terkait penyediaan air bersih.

Koordinator masyarakat Laranggarui, Isnamoni, mengatakan dari tujuh poin kesepakatan antara warga dan perusahaan, tiga poin hingga kini belum direalisasikan, yakni penyediaan air bersih, pembangunan bronjong di area sungai kering, serta komitmen mempekerjakan masyarakat lokal.

“Kami atas nama seluruh masyarakat Laranggarui menuntut secara tegas agar PT CPM segera menepati komitmennya. Air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda-tunda lagi,” ujar Isnamoni saat ditemui media ini di Palu, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, perusahaan sebelumnya telah memberikan mesin untuk penyediaan air bersih. Namun, mesin tersebut kini dalam kondisi rusak dan tidak dapat digunakan, sehingga warga kembali mengalami kesulitan mendapatkan air bersih yang layak konsumsi.

Selain itu, warga juga menyoroti janji perekrutan tenaga kerja lokal.

Isnamoni menyebut pernyataan yang pernah disampaikan, Amran Amir saat menjabat sebagai humas perusahaan belum terealisasi hingga saat ini. Warga, masih menyimpan rekaman video pernyataan tersebut.

“Padahal kami hanya meminta 14 orang saja masyarakat Laranggarui agar bisa direkrut menjadi karyawan atau pekerja di PT CPM. Akan tetapi, semua itu masih berupa janji kosong belaka,” ungkapnya.

Masyarakat Laranggarui menyatakan akan terus mengawal realisasi seluruh poin kesepakatan hingga dipenuhi sepenuhnya oleh perusahaan.

Sementara itu, Senior Konsultan PT CPM, H. Sudarto, SH., mengklarifikasi pernyataan tersebut.

Saat dihubungi terpisah melalui WhatsApp, ia menyatakan perusahaan telah merealisasikan sebagian komitmen, khususnya terkait pengadaan air bersih.

“Sejak perjanjian disepakati, khususnya masalah air, kami sudah memenuhi untuk pengadaan air dan lima tong yang direalisasikan pada Desember 2025,” ujarnya.

Terkait rekrutmen tenaga kerja, Sudarto menjelaskan dari 13 orang yang direkomendasikan kelompok Tani Laranggarui, lima orang dinyatakan lolos seleksi administrasi, dan empat orang dinyatakan lolos setelah menjalani tes narkoba.

“Karena tetap harus mengikuti proses rekrutmen perusahaan,” terangnya. *