PALU, CS – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (Untad) periode 2027-2031 mulai menunjukkan dinamika. Memasuki hari keempat pembukaan pendaftaran, dua profesor telah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon rektor, Jumat (30/10/2026).

Kedua bakal calon tersebut yakni Prof. Dr. Muhammad Khairil, S.Ag., M.Si., M.H. yang mendaftar sekitar pukul 10.00 WITA, kemudian disusul Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., sekitar pukul 10.45 WITA.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Untad, Prof. Dr. Jusman Mansyur, M.Si., mengatakan, pendaftaran bakal calon rektor telah dibuka sejak 27 Oktober dan akan berlangsung hingga 10 November 2026.

Pada tahap ini, panitia berfokus menerima serta memeriksa kelengkapan berkas administrasi yang diserahkan masing-masing bakal calon. Sementara itu, verifikasi keabsahan dokumen dijadwalkan berlangsung pada 10-12 November 2026.

Jusman menjelaskan, selama masa pendaftaran, panitia tetap memberikan kesempatan kepada bakal calon untuk memperbaiki maupun melengkapi dokumen apabila masih ditemukan kekurangan.

“Pada hari keempat sejak dibukanya pendaftaran, dua kandidat telah menyerahkan berkas kepada panitia. Tentunya kami dari panitia sangat mengapresiasi dan berharap seluruh bakal calon dapat mengikuti setiap tahapan pemilihan rektor ini sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Jusman.

Ia juga mengapresiasi keikutsertaan Prof. Khairil dan Prof. Amar dalam proses pendaftaran yang dinilai sebagai bentuk penghargaan terhadap mekanisme dan tahapan Pilrek sebagaimana diatur dalam Peraturan Senat Universitas Tadulako Nomor 2 Tahun 2026.

Berdasarkan peraturan tersebut, jumlah minimal bakal calon pada tahap penjaringan adalah empat orang. Apabila hingga batas akhir pendaftaran jumlah tersebut belum terpenuhi, masa pendaftaran akan diperpanjang selama tujuh hari.

Jika setelah perpanjangan jumlah minimal tetap belum terpenuhi, mekanisme selanjutnya akan dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Senat, termasuk penunjukan calon yang memenuhi persyaratan oleh Ketua Senat.

Tahapan penjaringan kemudian dilanjutkan dengan proses penyaringan untuk menetapkan tiga calon rektor yang akan mengikuti tahap pemilihan.

Di tengah proses tersebut, Jusman juga menegaskan komitmen panitia untuk menjaga independensi dan memberikan pelayanan yang sama kepada seluruh bakal calon, termasuk dalam kontestasi yang turut diikuti rektor petahana.

“Panitia punya komitmen bahwa kita akan melayani tanpa membeda-bedakan,” tegasnya.

Menurut Jusman, panitia bekerja berdasarkan amanah Senat Universitas Tadulako. Karena itu, setiap pendaftar diperlakukan dalam kapasitas yang sama sebagai bakal calon rektor tanpa melihat jabatan maupun kedudukan yang sedang diemban.

Sementara itu, salah satu bakal calon rektor, Prof. Muhammad Khairil, mengatakan keputusannya kembali mengikuti kontestasi Pilrek Untad dilandasi dorongan nurani, dukungan rekan-rekan, serta keinginan untuk memberikan pengabdian terbaik bagi universitas.

Ia menyebut Untad sebagai rumah bersama yang perlu terus dikembangkan melalui kontribusi seluruh sivitas akademika. Menurutnya, setiap kandidat memiliki gagasan dan niat baik untuk membawa Untad menjadi lebih baik.

“Bismillah kami kembali akan menjadi rival sahabat, bukan rival musuh, tapi rival sahabat untuk kemudian kami akan sinergi sama-sama,” ujarnya.

Di sisi lain, Prof. Amar menyampaikan bahwa keputusannya kembali mendaftar sebagai bakal calon rektor merupakan ikhtiar untuk melanjutkan pengabdian bagi Untad.

Ia mengaku masih memiliki sejumlah program pengembangan institusi yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya. Menurutnya, masa kepemimpinan selama empat tahun relatif singkat untuk merealisasikan seluruh program pengembangan universitas.

Terkait arah pengembangan Untad ke depan, Prof. Amar menekankan pentingnya penyesuaian institusi pendidikan tinggi terhadap perkembangan global, kemajuan teknologi, serta kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama menyukseskan Pilrek Untad dengan menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif.

Berdasarkan jadwal panitia, tahapan berikutnya adalah rapat Senat Penjaringan Bakal Calon Rektor pada 16 November 2026, dilanjutkan pengumuman dan sosialisasi bakal calon pada 16-20 November 2026.

Selanjutnya, rapat Senat Penyaringan Bakal Calon Rektor dijadwalkan pada 23 November 2026. Penyampaian tiga nama calon kepada Menteri berlangsung pada 24-27 November 2026, sedangkan rapat Senat Pemilihan Calon Rektor dijadwalkan pada 7 Desember 2026.

Adapun penetapan dan pelantikan rektor terpilih akan menyesuaikan jadwal dari kementerian.

Dengan masa pendaftaran yang masih berlangsung hingga 10 November 2026, peluang bertambahnya jumlah bakal calon rektor masih terbuka. Panitia berharap seluruh tahapan Pilrek Untad periode 2027-2031 berjalan sesuai ketentuan serta tetap menjaga suasana akademik yang kondusif. *