SULTENG,CS – Upacara pemberangkatan Satgas Yonif 711/Raksatama ke Daerah Operasi Pengamanan Perbatasan (OPSPAMTAS) Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) di sektor utara tahun 2021, digelar di dermaga Lanal Watusampu Palu, Selasa 9 November 2021.

Sebanyak 450 Personil Prajurit TNI dari Satuan Tugas 711/Raksatama ikut dalam tugas pengamanan ini.

Upacara dhadiri langsung Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayjend Wanti WF Mamahit, M Si. Pimpinan DPRD Sulteng dalam kesempatan ini diwakili Hasan Patongai

Kepala Dinas Kesbangpol Sulteng mewakili Gubernur, Kapolda Sulteng, Danrem 132/Tadulako, Danlanal, Kejaksaan Tinggi dan Kabinda Sulteng ikut hadir dalam upacara ini.

Panglima Kodam XIII/Merdeka dalam hal ini bertindak sebagai komandan upacara sekaligus atas nama Forkopimda Sulteng dan seluruh prajurit TNI, mengucapkan selamat bertugas kepada para prajurit Yonif 711/Raksatama yang telah diberi amanah melaksanakan tugas negara.

Yang akan bertugas menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI di daerah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, Khususnya di Sektor Utara.

Panglima Kodam XIII/Merdeka juga berpesan kepada prajurit, bahwa tugas ini tidaklah mudah

“Karena musuh kita adalah dari kelompok kriminal bersenjata yang ada di Papua,”pesannya.

Karena katanya, prajurit Satgas harus benar-benar jeli dalam melihat situasi dan kondisi serta tidak ceroboh dalam melaksanakan tugas sehingga mampu membedakan antara Kelompok KKB dan .asyarakat biasa yang ada di Papua.

“Sangat diperlukan untuk meningkatkan naluri taktis. Jangan sampai terjebak dalam rutinitas dan serta merasa aman.
Karena KKB bukanlah prajurit yang terlatih tetapi mereka punya senjata,”jelas Panglima Kodam.

“Selamat menjalankan tugas mulia ini dan berangkatlah dengan kehormatan serta kembalilah dengan kebanggaan,”sambungnya.

Sementara itu Anggota DPRD Sulteng, Hasan Patongai, secara pribadi mengaku begitu terharu dan bangga kepada para Prajurit TNI, khususnya dari Satgas Yonif 711/Raksatama.

Yang menurutnya begitu iklas meninggalkan keluarga, Istri dan anak demi mengembang amanah dan tugas negara yang telah diberikan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Karena bagi meraka NKRI adalah harga mati. Maka itu kita wajib moncontoh sikap kepribadian dan tanggung jawab yang meraka dari sedini mungkin. Agar para generasi-generasi bangsa kita akan semakin mencintai bangsa dan negaranya,”kata Hasan Patongai (***).